Home » News » Perizinan Freeport Diperpanjang, Menteri ESDM Terancam

Perizinan Freeport Diperpanjang, Menteri ESDM Terancam



Jakarta – Ferdinand Hutahaean, sebagai Direktur Eksekutif Energsy Watch Indonesia (EWI), mengungkapkan bahwa Menteri ESDM Sudirman Said telah melakukan pelanggaran dikarenakan telah melakukan perpanjang atas izin ekspor PT Freeport melalui amandemen kontrak kerja sampai dengan bulan ke depan.

Perizinan Freeport Diperpanjang, Menteri ESDM Terancam

Hal ini dikarenakan pada minggu lalu, Menteri ESDM telah pernyataan akan menghentikan izin ekspor konsentrat PT Freeport jika mereka tidak segera membangun Smelter pengolahan dan pemurnian hasil tambangnya. Namun sayang hanya berselang 3 hari, perpanjangan ekspor diberikan.

Karena sepertinya pernyataan Freeport untuk membangun smelter di Gresik hanya wacana semata,” ungkap Ferdinan di Jakarta, Senin (26/1). Sayangnya janji dari perusahaan asal Amerika Serikat tersebut langsung dipercaya oleh Menteri ESDM Sudirman Said.

Apa yang dilakukan oleh Menteri ESDM ini memang secara hirarki menyalahi perundang-undangan. Oleh karena itu Ferdinand menginginkan Menteri Sudirman Said dapat membatalkan izin ekspor PT Freeport.

Bila perlu Menteri ESDM harus memutus kontrak PT Freeport yang berakhir pada 2021. Ferdinand menganggap bahwa apa yang dilakukan PT Freeport ini sebagai bentuk penghinaan kepada Negara. Karena kehadiran mereka tidak memberikan mamfaat besar bagi bangsa. Oleh karena itu EWI memiliki rencana akan menggugat keputusan Menteri ESDM yang mengizinkan ekspor itu ke Pengadilan.

Seharusnya Negara tidak tunduk kepada tekanan asing, Indonesia adalah Negara merdeka. Janganlah mau dijajah oleh Freepot. Jika memang Sudirman Said tidak berani, maka sebaiknya mundur saja , pungkas Ferdinand. (Rindi Ayunda – sisidunia.com)