Home » News » Berita Kasus Korupsi: KPK Sita Harta Fuad Amin

Berita Kasus Korupsi: KPK Sita Harta Fuad Amin



Jakarta โ€“ Berkaitan dengan kasus suap atas jual beli gas alam untuk pembangkit tenaga listrik di Gresik dan Gili Timur, Bangkalan, Madura, Jawa Timur, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menyita beberapa aset yang dimiliki oleh tersangka Ketua DPRD Bangkalan, Fuad Amin Imron.

Berita Kasus Korupsi: KPK Sita Harta Fuad Amin

Ketika dikonfirmasi, di Jakarta, Kepala Bagian Pemberitaan dan Publikasi KPK, Priharsa Nugraha, Jum’at (23/1/2015), membenarkan bahwa pihaknya telah menyita dua unit rumah Fuad Amin yang ada di Surabaya dan enam unit mobil seperti Toyota Alphard, Toyota Camry, Honda Oddysey, H1, Honda Mobilio, dan Land Cruiser .

Bahkan tim penyidik KPK juga menyita uang tunai sebesar lebih dari Rp100 miliar. Penyitaan asset yang dilakukan oleh penyidik tersebut tidak lain berhubungan untuk penyelidikan lebih lanjut berkaitan dengan kasus suap jual beli gas.

Sebagaimana yang diketahui bahwa Ketua DPRD Bangkalan, Jawa Timur, Fuad Amin Imron, ini diduga telah menerima suap dari PT Media Karya Sentosa (MKS) terkait jual beli gas alam yang bermitra dengan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) di Bangkalan, PD Sumber Daya. Aliran gas alam yang diterima PT MKS disuplai oleh PT Pertamina Hulu Energy West Madura Offshore.

Diprediksi oleh KPK bahwa suap tersebut sudah berlangsung sejak Fuat masih menjadi Bupati Bangkalan sejak taun 2007. Dimana kala itu Tri masih menjabat sebagai bos PT Pertamina EP.Sedangkan PT Media Karya Sentosa (MKS) sendiri adalah mitra perusahaan daerah Kabupaten Bangkalan, PD Sumber Daya, yang bertugas untuk menyalurkan gas atas hasil pembelian dari PT Pertamina Hulu Energi West Madura Offshore untuk pembangkit listrik tenaga gas di Gili Timur Bangkalan dan Gresik.

Diduga Direktur PT MKS Antonio Bambang Djatmiko menyuap Fuad. Hal ini dikarenakan gas yang seharusnya dialirkan untuk pembangkit listrik, seperti PLTG Gili Timur di Bangkalan justru sama sekali tidak pernah mendapat aliran gas. Yang menariknya adalah PT MKS masih terus mendapatkan kontrak pembelian. (Rindi Ayunda – sisidunia.com)