Home » News » Berita BBM: Tarif Angkutan Umum Kemungkinan Tidak Ikut Turun

Berita BBM: Tarif Angkutan Umum Kemungkinan Tidak Ikut Turun



Jakarta โ€“ Meskipun harga premium dan solar telah ditetapkan akan kembali turun pada Senin (19/1) esok, pihak Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengaku menghadapi kendala untuk menurunkan tarif angkutan umum. Hal tersebut diungkapkan oleh Dirjen Perhubungan Darat Kemenhub, Djoko Sasono, yang mengungkapkan bahwa saat ini pihaknya masih membahas apakah nantinya akan ada penurunan tarif angkutan umum.

Berita BBM: Tarif Angkutan Umum Kemungkinan Tidak Ikut Turun

Saat ditemui tim SisiDunia (Minggu, 18/1/2015), Djoko Sasono mengaku kemungkinan besar Kemenhub tidak akan menurunkan tariff angkutan umum, namun sebagai gantinya akan memberikan insentif untuk menaikkan kualitas angkutan umum.

Menurut Djoko, pihak Organisasi Angkutan Darat (Organda) dan masyarakat lebih membutuhkan insentif, sebab selama ini masih banyak angkutan umum yang kondisinya kurang terawat. Hal itu mengakibatkan banyak orang memilih naik motor pribadi dibandingkan naik angkot atau bus. Jadi bukan hanya soal tarif yang lebih mahal saja.

Selain itu penurunan tarif angkutan umum juga dianggap sebagai solusi yang kurang tepat, mengingat setelah kenaikan harga BBM akhir tahun lalu, di tiap wilayah terjadi kenaikan tarif angkutan umum yang berbeda. Padahal pemerintah dan Organda telah menetapkan kenaikan tarif maksimal sebanyak 10 persen, hal tersebut dikhawatirkan juga akan terjadi jika pemerintah mengeluarkan kebijakan untuk menurunkan tarif angkutan umum.

Terus menurunnya harga minyak dunia membuat pemerintah akhirnya ikut menurunkan harga premium dan solar. Presiden Jokowi telah mengumumkan harga baru BBM yang akan mulai berlaku Senin (19/1) pukul 00.00, dimana harga dasar premium ditetapkan menjadi Rp. 6.600 per liter dari sebelumnya Rp. 7.600 per liter. Harga premium sendiri akan berbeda di tiap wilayah. Untuk wilayah Jawa dan Madura ditetapkan Rp. 6.700 per liter, di Bali Rp. 7.000 per liter, sementara di wilayah lainnya Rp. 6.600. Adapun harga solar diturunkan menjadi Rp. 6.400 per liter dan berlaku di seluruh wilayah. (Rindi Ayunda – sisidunia.com)