Home » News » Komnas HAM Menolak Keras Penerapan Hukuman Mati

Komnas HAM Menolak Keras Penerapan Hukuman Mati



Jakarta – Eksekusi enam terpidana hukuman mati yang akan dilaksanakan pada 18 januari 2018 nanti mendapatkan kecaman dari Komisioner Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM), Natalius Pigai. Menurutnya, pihaknya tidak akan mentoleransi tindakan hukuman mati bagi para terpidana tersebut.

“Hukum negara bukan untuk menjustifikasi pembunuhan. Komnas Ham tidak ada toleransi sedikit pun membolehkan eksekusi hukuman mati,” jelas Pigai di Kantor Komnas HAM, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (15/1/2015).

Komnas HAM Menolak Keras Penerapan Hukuman Mati

“Dalam Bab 10 KUHAP memang membolehkan hukuman mati. Tapi, coba Anda baca di UUD 1945 Pasal 28 huruf i yang menjelaskan bahwa kita harus menghormati hak hidup. Jadi, antara konstitusi negara dan lex specialis-nya (aturan khusus yang dapat mengalahkan aturan umum) bertentangan. Kami harap nantinya dapat disesuaikan dengan UUD agar hukuman mati dihapuskan,” jelasnya.

Pigai mengakui jika pelaku kejahatan kriminal seperti narkoba, pembunuhan berencana, dan terorisme harus dihukum seberat-beratnya, namun bagaiamanapun juga hukuman tersebut bukan untuk menghukum melainkan membina dan memdidik agar menjadi lebih baik, apalagi sampai menghilangkan nyawa jelas Komnas Ham menentangnya.

“Salah satu contohnya adalah dalam Konvensi Kairo 1990. Syarat untuk melakukan qisash, apabila para terdakwa melakukan pembunuhan dalam jumlah yang banyak. Sementara apabila hanya untuk satu atau dua orang tidak diterapkan dalam Konvensi Kairo 1990. Itu saja yang berdasarkan hukum syariat, apalagi Indonesia yang berdasarkan Pancasila,” pungkasnya. (Moch Asnan – www.sisidunia.com)