Home » Ekonomi & Bisnis » IHSG Menguat 29 Poin, Investor Menunggu Rilis BI Rate Pengaruhi Laju Saham

IHSG Menguat 29 Poin, Investor Menunggu Rilis BI Rate Pengaruhi Laju Saham



Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak pada zona hijau pada perdagangan Kamis (15/1/2015), sementara investor asing tengah melakukan aksi jual. Pada penutupan perdagangan saham indeks harga saham gabungan naik 29,04 poin atau 0,56 peresen ke level 5.188,71, sedangkan indeks saham LQ45 menguat 0,76 persen ke level 893,68 dengan ini seluruh indeks saham acuan kompak menguat pada hari ini.

IHSG Menguat 29 Poin, Investor Menunggu Rilis BI Rate Pengaruhi Laju Saham

Ada 99 saham yang berada di zona merah, sementara 180 saham lainnya bergerak pada di zona hijau sehingga mengangkat indeks saham. IHSG sempat menyentuh level tertinggi 5.193,95 selama perdagangan. Catatan total perdagangann saham sekitar 226.555 kali dengan volume perdagangan sekitar 6,9 miliar saham, dengan nilai transaksi saham sekitar Rp 5,97 triliun.

Saham saham melaju pada zona hijau kecuali pada sektor saham perdagangan turun 0.15 persen. Sektor saham aneka industri naik 2,54 persen dengan diikuti sektor saham konstruksi naik 1,09 persen dan sektor saham industri dasar menguat 1,02 persen. Sementara aksi jual investor asing melakukan aksi jual sekitar Rp 600 miliar sedangkan investor lokal dengan aksi beli sekitar Rp 600 miliar. Saham-saham penggerak IHSG diantaranya saham CPRO, saham BUMI, saham TRAM. Sedangkan saham yang mengalami penurunan diantaranya PBRX, saham ACES, dan saham SMBC.

Analis pasar memperkirakan pelaku pasar masih menunggu rilis suku bunga acuan/ BI rate sehingga mempengaruhi laju IHSG. Selain itu investor asing juga melakukan wait and see data makro ekonomi seperti Gross Product Domestic dan menanti hasil kinerja keuangan emiten. Bursa saham Asia cenderunga menguat pada perdagangan hari ini seperti, saham Nikkei Jepang menguat 2 persen, indeks saham Shanghai naik 1,4 persen, indeks saham Mumbai menguat 1,8 persen dan indeks saham Hong Kong naik 0,3 persen. Sementara sebaliknya indeks saham Sydney turun 0,3 persen, indeks saham Korea Selatan dan indeks saham Taipei kompak turun 0,1 persen. (fauji nur – sisidunia.com)