Home » News » Pemerintah Berencana Membentuk Badan Cyber Nasional

Pemerintah Berencana Membentuk Badan Cyber Nasional



Jakarta – Pemerintah berencana akan membentuk Badan Cyber Nasional, hal ini telah disampaikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang telah mengadakan rapat dengan para menteri Kabinet Kerja pada rabu lalu (7/1). Menurut Pemerintah, untuk mengantisipasi serangan dari jaringan komputer yang dilakukan pihak manapun ketahanan Cyber Nasional perlu segera dibentuk.

Rencana tersebut langsung mendapat tanggapan positif dari pengamat Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) yang juga mantan Direktur Aplikasi Telematika Kemenkominfo, Aswin Sasongko. Menurutnya, Indonesia sudah saatnya membentuk Banda Cyber Nasional seperti halnya dengan negara negara maju lainnya.

Pemerintah Berencana Membentuk Badan Cyber Nasional

“Ketahanan cyber kita lemah, ini perlu kita perkuat dan banyak sekali hal yang menunjukkan kelemahan dari mulai penggunaan website kita. Kemudian data center kita dan sebagainya, Brazil, Rusia, India, China sekarang mulai meningkatkan keamanan mereka. Nah, pola ini adalah tren-tren bagaimana dunia mulai mengamankan cyber security nasionalnya, karena itu dari segi ilmiah normal sekali kalau Indonesia juga harus melihat trend global meningkatkan pola keamanannya, cara seperti apa tentu setiap negara punya cara sendiri-sendiri, ” jelas Aswin Sasongko.

Aswin juga berpendapat, pembentukan Badan Cyber Nasional di Indonesia tidak akan menemui kesulitan karena sumber daya manusia Indonesia  untuk sektor informasi teknologi tidak perlu diragukan.

“Kemampuan IT Indonesia itu sebenarnya cukup besar cuma  mungkin orang-orangnya tersebar di berbagai tempat, itu bisa dilihat dari program-program yang sudah ada. Indonesia ini negara yang mampu membuat sistem IT untuk pesawat. Indonesia juga salah satu negara yang sanggup melaksanakan sistem IT, sistem komputer untuk alutsista. Begitu pemerintah melaksanakan suatu program tertentu, dikonsentrasikan maka ahli-ahlinya tingga dipanggil saja,” tambahnya.

“Policy nasional mengenai IT ini harus ditentukan dulu, mau seaman apa, mau seperti apa, obyek-obyek mana yang harus dilindungi dari segi cyber security, data mana yang penting, data mana yang tidak penting. Bagaimana approve kita untuk melindungi data-data penting kita, melaksanakan policy tersebut. Jangan sampai bikin badan tanpa ada policy,” tutupnya. (Moch Asnan – www.sisidunia.com)