Home » News » Kecelakaan Air Asia: Badan Pesawat AirAsia Tertutup Lumpur

Kecelakaan Air Asia: Badan Pesawat AirAsia Tertutup Lumpur



Jakarta โ€“ Di hari kedelapan pencarian pesawat AirAsia QZ8501 kini muncul permasalahan baru. Selain dikarenakan cuaca yang buruk, disertai dengan tantangan harus melewati arus bawah laut, kini tim SAR harus menggapai dasar laut dikarenakan badan pesawat diprediksi jatuh kebawah tentu membuat air laut menjadi keruh.

Kecelakaan Air Asia: Badan Pesawat AirAsia Tertutup Lumpur

Dalam keterangan persnya, kemarin Senin (5/1/2014), Kepala Basarnas Marsekal Madya F.H.B. Soelistyo membenarkan kendala tersebut. Bahkan ada sekitar 89 penyelam dari TNI dan Basarnas Special Group (BSG) tidak dapat melaksanakan penyelaman.

Hal ini dikarenakan arus laut kecepatannya mencapai 2 knot disertai dengan keadaan air laut yang berlumpur. Itupun hanya 2 orang penyelam pilihan yang pada akhirnya menyelam tanpa mendapatkan hasil.

Atas hasil yang tidak maksimal ini pada akhirnya Soelistyo memerintahkan agar lima kapal yang memiliki alat remotely operated vehicle (ROV) yang berfungsi untuk mendeteksi benda yang ada di bawah laut segera mendekat ke lokasi pencarian.

Lima kapal tersebut adalah KM Jayabaya yang membawa petugas KNKT, kapal RSS Supreme Singapura, RSS Swift Singapura, kapal Crest Onyx Rusia, dan kapal Baruna Jaya. Sayangnya dikarenakan arus laut yang begitu kencang pada akhirnya ROV tidak dapat dioperasikan.

Lumpur menjadi penyebab gangguan pengiriman sinyal, dimana pinger tidak dapat difungsikan dikarenakan kena air. Terkait hal tersebut mantan penerbang pesawat tempur Hawk MK-53 menjelaskan bahwa hal ini kemungkinan dapat terjadi. Hal ini dibuktikan dengan sampai saat ini tim gabungan sama sekali belum menerima sinyal dari pinger AirAsia.

Diprediksi radar dari kelima kapal belum dapat menjangkau dimana posisi pesawat AirAsia. Selain itu keruhnya air dan derasnya arus laut menjadi penyebab lambatnya proses pencarian kotak hitam (black box). (Rindi Ayunda – sisidunia.com)