Home » Ekonomi & Bisnis » IHSG Hari Ini, Mengalami Koreksi 50 Poin Ke Level Rp 5.169,06 Imbas Saham Regional

IHSG Hari Ini, Mengalami Koreksi 50 Poin Ke Level Rp 5.169,06 Imbas Saham Regional



Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada penutupan transaksi hari ini Selasa (6/1/2015) ditutup melemah. Indeks sektor-sektor pendukung IHSG secara serentak melamah, dengan sumbangan dari sektor aneka industri 2,4 persen. Sementara indeks LQ45 turun 10,7 poin atau 1,1 persen ke level 888,20. Ada 71 saham melemah, 243 saham melemah dan 85 saham stagnan, dengan nilai transaksi sebesar Rp 4,2 triliun dari volume perdagangan 5,14 miliar lembar saham yang di transaksikan.

IHSG Hari Ini, Mengalami Koreksi 50 Poin Ke Level Rp 5.169,06 Imbas Saham Regional

Adapun saham-saham yang masuk dalam jajaran top hari ini, diantaranya saham PT Media Nusantara Citra Tbk (MNCN) naik Rp 60 ke level Rp2.850, saham PT Mayora Indah Tbk (MYOR) naik Rp 825 ke level Rp23.925 dan saham Eratex Djaja Tbk (ERTX) naik Rp 125 ke level Rp770. Sementara saham-saham yang mengalami penurunan diantaranya saham PT Gudang Garam, saham PT Astra Agro, saham PT Indo Tembangraya Megah.

Penurunan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengikuti pergerakan dari saham regional dimana saham kawasan Asia mengalami pelemaham diantaranya indeks Nikkei 225 melemah 525,52 poin ke level 16.883, indeks Hang Seng turun 235 poin ke level 23.485 dan indeks Straits Times turun 1,40 persen ke level 3.281. Sedangkan IHSG turun 50,93 poin atau 0,98 persen ke level 5.169,06. Berdasarkan data RTI, investor asing masih terus melanjutkan aksi jual. Investor asing tercatat melakukan aksi jual sekitar 400 miliar, sedangkan pemodal lokal berhasil melakukan pembelian bersih sekitar 400 miliar.

Dikutip dari berbagai sumber, Analis PT Asjaya Indosurya Securities, William Suryawijaya mengungkapkan, koreksi IHSG dipengaruhi oleh sejumlah faktor, pertama nilai tukar rupiah kembali melemah terhadap dolar. Kedua, harga minyak yang masih mengalmi penurunan yang sempat menyentuh di bawah 50 dolar per barel. Ketiga, bursa saham Amerika Serikat dan Asia juga merosot sehingga membawa pengaruh pada pergerakkan IHSG. (fauji nur – sisidunia.com)