Home » News » Kecelakaan Pesawat Air Asia: Ditemukan Delapan Jenazah Lagi Korban Jatuhnya Pesawat AirAsia

Kecelakaan Pesawat Air Asia: Ditemukan Delapan Jenazah Lagi Korban Jatuhnya Pesawat AirAsia



Pangkalan Bun โ€“ Sampai saat ini memang proses pencarian korban pesawat AirAsia masih terus dilakukan. Bahkan sampai hari keenam, pihak tim Pencari Pesawat AirAsia berhasil menemukan sekitar delapan jenazah dan beberapa serpihan pesawat yang diprediksi adalah pintu bagian dalam pesawat AirAsia.

Kecelakaan Pesawat Air Asia: Ditemukan Delapan Jenazah Lagi Korban Jatuhnya Pesawat AirAsia

Jika ditotal saat ini tim pencari sudah menemukan sekitar 16 jenazah. Berdasarkan data dari Basarnas, dua jenazah ditemukan oleh kapal KRI Yos Sudarso dan enam yang lainnya ditemukan di kapal USS Sampson. Sedangkan puing yang diprediksi merupakan pintu bagian dalam ditemukan oleh KRI Yos Sudarso.

Dalam keterangan persnya, Jumat (2/1/2015), Direktur Operasional Basarnas Supriyadi menjelaskan, bahwa untuk saat ini enam jenazah masih ada di USS Sampson. Diprediksi pada hari ini akan segera dievakuasi dan dibawa ke Lapangan Udara Iskandar, Pangkalan Bun. ”

Sedangkan untuk dua jenazah yang ada di KRI saat ini sudah ada di RSUD Imanudin. Ketika didesak mengenai cirri-ciri jenazah, Supriyadi mengaku saat ini belum mengetahuinya. Namun yang jelas adalah dua jenazah dari KRI Yos Sudarso semuanya berjenis kelamin perempuan dengan beberapa luka di tubuhnya.

Sedangkan enam jenazah yang lain belum di cek. Terkait temuan serpihan pesawat nanti akan diidentidikasi oleh pihak KNKT. Dijelaskan oleh Supriyadi bahwa semua jenazah yang ditemukan jaraknya berdekatan tepatnya di radius lima kilo meter di Selat Karimata.

Yang menariknya adalah titik penemuan jenazah pada saat mengapung sangat dekat dengan titik koordinat ketika kontak terakhir Airasia dengan Air Traffic Control (ATC). Dengan demikian kemungkinan besar akan banyak penemuan di lokasi terakhir kontak jatuhnya pesawat. Walaupun demikian pihak Basarnas dan TNI akan memastikan terlebih dahulu. Karena bisa jadi kedelapan jenazah tersebut bisa terbawa arus, pungkasnya. (Rindi Ayunda – sisidunia.com)