Home » Ekonomi & Bisnis » Harga Minya Dunia: Ada Sinyalemen Menjaga Harga Pada Kisaran 52 Dolar Per Barel

Harga Minya Dunia: Ada Sinyalemen Menjaga Harga Pada Kisaran 52 Dolar Per Barel



New York – Harga minyak dunia masih mengalami kelesuan pada perdagangan awal tahun 2015. Hal ini masih disebabkan melimpahnya pasokan serta negara-negara penghasil minyak dunia yang tergabung dalam organisasi OPEC belum mau mengurangi produksi. Berdasarkan pada perdagangan di bursa New York harga minyak mentah jenis Brent turun 91 sen menjadi US$ 56,42 per barel. Sedangkan harga minyak mentah acuan Amerika Serikat jenis WTI untuk pengiriman Febuari turun 58 sen pada level US% 52,69 per barel. Adanya sentimen yang mempengaruhi kisaran harga minyak pada saat ini diantaranya jumlah pasokan berlimah serta menguatnya nilai dolar AS menekan harga emas hitam dunia tersebut.

Harga Minya Dunia: Ada Sinyalemen Menjaga Harga Pada Kisaran 52 Dolar Per Barel

Dikutip dari Reuters, Sabtu (3/1/2015) Analis United-ICAP, Walter Zimmerman mengungkapkan “ini ada downtern untuk jangka panjang. Ini juga memakan waktu lama untuk harga jatuh cukup rendah guna memotong kelebihan produksi,” ucapnya. Sementara Direktur Frost dan Sullivan , Carl Larry menyampaikan para traider mencari sinyal untuk harga minyak mentah di kisaran US$ 52 per barel. Selain itu volume perdagangan cenderung menurun, dimana semua dalam tahap menunggu investasi baru.

Pasokan minyak di Amerika Serikat sebagai pengguna terbesar di dunia yang sempat turun 1,8 juta barel pada pekan lalu, akhirnya meningkat setelah adanya pasokan minyak dengan kontrak 2 juta barel minyak mentah Amerika Serikat. Sementara itu Wakil Menteri Luar Negeri Iran mendesak negara Arab Saudi untuk mengambil tindakan dalam upaya mendukung harga minyak mentah saat ini yang terus turun. Dimana turunnya harga minyak mentah dapat mempengaruhi negara produsen minyak.

Negara-negara pengekspor minyak yang tergabung dalam OPEC menolak untuk membatasi produksi minyak mentah pada November lalu meski ada tekanan dari anggota negaranya tersebut. (fauji nur – sisidunia.com)