Home » News » Di Hari ibu, Komnas Perempuan Memberi PR untuk Pemerintah Soal Nasib Ibu

Di Hari ibu, Komnas Perempuan Memberi PR untuk Pemerintah Soal Nasib Ibu



Jakarta – Pada tanggal 22 Desember seluruh masyarakat Indonesia memperingati sebagai Hari Ibu. Komnas perempuan mengingatkan kepada pemerintah untuk fokus dalam kehormatan para ibu pada perlindungan nasib ibu.

Di Hari Ibu, Komnas Perempuan Memberi PR untuk Pemerintah Soal Nasib Para Ibu

“Bukan hanya atifisial saja untuk penghormatan kepada ibu, para ibu juga lebih pantas untuk mendapatkan suatu kehormatan,” ucap dari Ketua Komnas Perempuan Yuniyanti Chuzaifah saat berbincang dengan sisidunia, Senin (22/12/2014).

Cikal bakal di hari ibu adalah Kongres Perempuan I pada 22-25 Desember 1928 di Yogyakarata. Para pejuang di seluruh Indonesia bertemu dan bermusyawarah mengenai isu yang sedang terjadi pada saat itu. Pada tanggal 22 Desember ditetapkan sebagai Hari Ibu seIndonesia dan dilakukan oleh Presidan Soekarno lewat dekrit Presiden No. 316 tahun 1959.

“Saat kongres perempuan dari 22 Desember itu adalah perempuan dari seluruh indonesia duduk bersamaan untuk memikirkan kebangsaan,” ucap Yuni.

Di tahun 2014 ini, ada 4 permasalahan krusial yang di alami oleh para ibu di Indonesia yang telah dicatat kongres perempuan. Pertamanya adalah para ibu memburuh migran dan perlu perlindungan.

“Yang kedua, para ibu yang masih di wilayah konflik. Perempuan yang masih juga kehilangan rasa aman,” ungkapnya.

Yang ketiga adalah tingginya kematian ibu di Indonesia. Dan yang terakhir permasalah ibu yang juga masih mengalami kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).

“Permasalahannya masih juga dialami oleh para ibu dan juga calon ibu yang mend=jadi korban KDRT. Bagi mereka semua, rumahnya sendiri itu justru malah jadi battlefield,” tutupnya. (Rindi Ayunda – sisidunia.com)