Home » News » Anggota DPR Kritik Pernyataan Ahok Legalkan Miras Pabrikan

Anggota DPR Kritik Pernyataan Ahok Legalkan Miras Pabrikan



Jakarta – Gubernur DKI Jakarta, Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), telah membuat pernyataan yang melegalkan Miras Pabrikan langsung mendapatkan kritikan pedas dari politisi asal PPP sekaligus menjadi Anggota Komisi IX DPR dari Fraksi PPP Okky Asokawati, menurutnya langkah Ahok tersebut sebuah kesalahan yang sangat fatal sekali.

“Kesalahan berpikir yang sangat fatal. Pernyataan Ahok justru menunjukkan sikap yang tidak peka terhadap masalah yang ditimbulkan akibat miras. Ini merupakan sikap yang tuna sensitif,” tulis Okky dalam pesan tertulisnya, pada Sabtu (13/12/2014).

Anggota DPR Kritik Pernyataan Ahok Legalkan Miras Pabrikan

Okky juga menambahkan, jika pemerintah DKI Jakarta ingin menekas keberadaan Miras Oplosan yang selalu memakan korban jiwa seharusnya ketegasan hukum dari aparat penegak hukum lebih ditingkat, jika kita lihat saat ini bergerak bisa ada kejadian kalau tidak ada kejadian hanya adem anyem saja.

“Negara telah mengatur ihwal peredaran Miras, sebagaimana diatur dalam Peraturan Presiden No 74 Tahun 2013 tentang Pengendalian dan Pengawasan Minuman Beralkohol. Terhadap Perpres tersebut, Fraksi PPP sejak awal mengkritik regulasi tersebut karena sama saja memberi celah peredaran miras di Indonesia,” tambahnya.

“Ini menjadi pemicu miras oplosan yang terbukti mengancam jiwa. Ini akibat kontrol pembelian miras sulit dijalankan. Sama halnya seperti saat ini, tidak sedikit anak-anak di bawah umur 18 tahun yang bisa membeli rokok,” lanjut Okky.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, Ahok menyatakan saat ini Pemprov DKI Jakarta belum bisa memberantas keberadaan miras, dan langkah saat ini hanya sebatas pengawasan dengan cara membatasi usia pembeli.

“Ini diperkuat dengan usia tertentu enggak boleh beli. Di hotel boleh, justru kami mesti ketat. Jangan biarkan kampung-kampung produksi. Kalau produksi pabrik beneran boleh enggak? Boleh,” tegas Ahok di Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (12/12) kemarin. (Moch Asnan – www.sisidunia.com)