Home » News » Sekjen Golkar Jamin Munas di Bali Bersih Politik Uang

Sekjen Golkar Jamin Munas di Bali Bersih Politik Uang



Jakarta – Isu tentang politik uang pada Musyawarah Nasional (Munas) Golkar di Bali akan ada indikasi politik uang, kabar tersebut langsung dibantah oleh Sekretaris Jenderal Partai Golkar Idrus Marham, beliau menjamin Munas Golkar IX di nusa dua Bali tidak akan ada proses tersebut.

“Saya jamin proses pelaksanaan Munas IX Partai Golkar di Bali pada 30 November tidak ada proses transaksi itu,” tegas Idrus di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (28/11/2014).

Sekjen Golkar Jamin Munas di Bali Bersih Politik Uang

Pernyataan Idurs tersebut sekaligus menyangkal tudingan dari Wakil Ketua Dewan Pertimbangan Ormas MKGR yang juga anggota tim penyelamat Partai Golkar, Zainal Bintang. “Kalau ada yang melakukan transaksi dan diketahui, silakan dilaporkan saja,” jelas Idrus.

Sebelumnya, Zainal telah menyatakan dirinya mendapatkan laporan kalau kubu Aburizal Bakrie (Ical) turun mencari dukungan ke daerah dengan imbalan uang muka Rp 250 juta untuk DPD I dan Rp 25 juta untuk DPD II.

Menurutnya, uang tersebut dimaksutkan untuk pembelian suara mendukung Ical dalam pemilihan ketua Umum Partai Golkar pada pagelaran Munas di Nusa Dua Bali nanti. Dia juga menuding, praktik monipolitik Ical juga dilakukan saat Munas VIII di Pekanbaru, Riau, pada 2009 silam.

Baca Juga:

“Waktu (sebelum Munas, red) itu ada Rp 400 juta untuk satu DPD Tingkat I dan Rp 200 juta untuk DPD Tingkat II. Tapi, pas Munas uangnya tidak banyak (yang dikeluarkan). Karena waktu suaranya Bosnya Metro (Surya Paloh, red) dicolong 30 suara, masing-masing dapat Rp 1 miliar. Waktu itu, panitianya bilang, ‘Ayo di sebelah kiri Anda semua ada snack.’ Itu cuma alasan supaya uangnya diambil. Setelah diambil, dibuka di toilet Rp 1 miliar, uangnya dollar semua,” tuding Zainal di kantor DPP Partai Golkar, Slipi, Jakarta, Kamis (27/11) kemarin. (Moch Asnan – www.sisidunia.com)