Home » News » Sepi Ikan, Solar Mahal, Nelayan Aceh Pilih Tak Melaut

Sepi Ikan, Solar Mahal, Nelayan Aceh Pilih Tak Melaut



Lhoksukon โ€“ Dua hari terakhir dilaporkan bahwa ribuan nelayan tradisional Aceh Utara memilih tidak melaut. Hal tersebut disebabkan oleh hasil tangkapan yang sedang menurun dan harga solar bersubsidi yang telah naik menjadi Rp 7.500 per liter.

Sepi Ikan, Solar Mahal, Nelayan Aceh Pilih Tak Melaut

Panglima Laot Aceh Utara, Ismail, mengatakan bahwa sebagian nelayan di daerah tersebut menganggur akibat tangkapan ikan di laut lepas akhir-akhir ini menurun secara drastis. Apalagi ditambah dengan adanya kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi yang telah berlaku bulan ini, nelayan pun harus berpikir dua kali bila hendak melaut.

Ismail mengatakan kepada media Rakyat Aceh bahwa karena tangkapan yang terus merosot dan harga bahan bakar bersubsidi yang semakin mahal, nelayan pun harus berpikir dulu untuk melaut. Mereka harus menghitung apakah modal melautnya akan kembali, atau malah menjadi hutang baru.

Panglima Laot Kecamatan Lapang, Abdullah, juga membenarkan perkataan Ismail tersebut. Nelayan di daerahnya hanya sekitar 30 persen saja yang berani melaut, sementara sisanya memilih tinggal di darat dan menganggur. Menurut perhitungan mereka, hasil tangkapan laut yang mereka dapatkan tak mampu menutup pengeluaran biaya dasar atau modal yang harus dikeluarkan untuk melaut.

Sementara itu, di Kecamatan Seunuddon, hal serupa juga terjadi. Panglima Laot di kecamatan ini, yaitu Amir Yusuf, mengatakan bahwa beberapa nelayan telah mengeluh kepada dirinya mengenai mahalnya harga solar. Kondisinya serupa dengan di Kecamatan Lapang, yakni hanya sekitar 30 persen nelayan yang berani melaut. (Rindi Ayunda – sisidunia.com)