Home » News » Dampak Kenaikan BBM: Konsumsi Bensin Premium Mulai Turun 6%, Karena Harga Naik Rp 2.000,

Dampak Kenaikan BBM: Konsumsi Bensin Premium Mulai Turun 6%, Karena Harga Naik Rp 2.000,



Jakarta – Konsumsi BBM yang khususnya jenis Premium sekarang telah mengalami penurunan rata-rata 6% per hari itu juga selama 6 hari terakhir ini. Penyebabnya merupakan kenaikan hartga BBM yang sekarang telah naik hingga Rp 2.000 per liter sejak 18 November 2014 minggu lalu.

Dampak Kenaikan BBM Konsumsi Bensin Premium Mulai Turun 6%, Karena Harga Naik Rp 2.000,

Dampak Kenaikan BBM: Konsumsi Bensin Premium Mulai Turun 6%, Karena Harga Naik Rp 2.000,

“Beberapa hari terakhir menjelang kenaikan harga, sekarang mulai turun dari yang biasanya 82.000 kiloliter (KL) per hari, menjadi 77.000 KL per hari (6%) itu juga yang mengonsumsi BBM subsidi khususnya premium,” ungkap Senior Vice President Fuel and Marketing Distribution PT Petamina Suhartoko, kepada Sisidunia, Minggu (23/11/2014).

Yang dikatakan Suhartoko, turunnya BBM bersubsidi jenis Premium ini di karenakan pembelian yang antriannya panjang di saat jelang akan beberapa jam kenaikan harga BBM. Maka itulah stok dari BBM masyarakat di kendaraannya masih ada, sehingga beberapa hari sehabis harga BBM naik.

Kecuali sebagian besar masyarakat kecil sudah memulai beralih menggunakan BBM non subsidi itu juga dikarenkan dismilaritas harga yang mengacil itu antara BBM non subsidi dengan subsidi.

“Turunnya konsumsi Premium itu juga dikarenakan masih banyak yang mengisi full tankkinya sebelum kenaikan harga yang akan diberlakukan pada jam 00.00 WIB. Maka dari itu Masyarakat lebih memilih untuk mengisi BBM non subsidi seperti Pertamax dan Pertamax Plus karena harga dari BBM non subsidi tidak terlalu jauh dengan BBM subsidi apalagi kualitasnya jauh lebih bagus,” ujarnya.

Telah berlangsung 6 hari yang lalu, Pada Selasa (18/11/2014), Presiden yang baru (Jokowi) telah menaikkan harga BBM subsidi seperti Premium dan Solar mulai pukul 00.00 WIB. Harga dari bensin Premium yang sudah naik dari harga sebelumnya Rp 6.500 menjadi Rp 8.500 per liter, Dan sedangkan solar dari harga sebelumnya Rp5.500 menjadi naik Rp7.500 per liter atau juga naik Rp 2.000 per liter. (Rindi Ayunda – sisidunia.com)