Home » News » GMKI Ancam Turun Kejalan Soal Pencabutan Subsidi BBM

GMKI Ancam Turun Kejalan Soal Pencabutan Subsidi BBM



Jakarta – Keputusan Pemerintah Presiden Joko Widodo (Jokowi) mencabut subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM) mendapatkan tanggapan dari Ketua Umum (Ketum) Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Ayub Manuel, menurutnya seharusnya Jokowi menunda pencabutan subsidi tersebut setidaknya sampai awal 2015, karena antisipasinya belum siap.

“Pemerintah harus mempersiapkan perangkat peralihan subsidi kepada masyarakat berjalan mulus sebelum mencabut subsidi BBM,” tegas Ayub, seperti ditulis Okezone, pada Sabtu (22/11/2014).

GMKI Ancam Turun Kejalan Soal Pencabutan Subsidi BBM

Belum adanya persiapan yang matang, bisa membuat daya beli masyarakat turun. “Dampak inflasi pencabutan subsidi BBM tentu dirasakan masyarakat ekonomi rendah,” tuturnya.

Ayub juga menyanyangkan langkah Pemerintah yang baru berjalan beberapa bulan saja sudah menaikkan harga BBM yang bisa membuat warga kecewa.

“Belum genap dua bulan pemerintah sudah mencabut subsidi BBM. Ini merupakan kado pahit yang harus diemban masyarakat setelah Jokowi melakukan lawatan luar negerinya,” tandanya.

Apalagi Konpensasi pencabutan subsidi BBM tidak dirasakan semua masyarakat bawah. “Program kartu sakti Jokowi masih menyentuh 19 kabupaten/kota di Indonesia. Hanya menyentuh lima juta orang, jauh dari angka masyarakat ekonomi bawah,” keluhnya.

Kedepan nya, seluruh kader GMKI yang tersebar di seluruh Indonesia akan turun kejalan guna menyerukan pembatalan pencabutan subsidi BBM. “Kader GMKI di seluruh Indonesia harus memberikan pencerahan kepada masyarakat untuk menolak keputusan pemerintah yang tidak amanah terhadap rakyat,” ancamnya.

Ketua GMKI juga menyatakan, Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) bisa saja dibubarkan karena tidak bisa membawa aspirasi rakyat, justru mereka lebih disibukkan dengan urusan rebutan jabatan masing-masing.

Baca Juga:

“DPR ke mana? Seharusnya mereka malu ketika saat ini justru sibuk dengan urusan perutnya sendiri,” tutupnya. (Moch Asnan – www.sisidunia.com)