Home » News » Fraksi Golkar Siap Gulirkan Hak Interpelasi Pada Pemerintah Pekan Depan

Fraksi Golkar Siap Gulirkan Hak Interpelasi Pada Pemerintah Pekan Depan



Jakarta – Keputusan pemerintah melalui Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat menaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi masih berbuntut panjang, jika sebelumnya Fraksi partai Demokrat akan menggunakan Hak Interpelasi (Baca Disini: Partai Demokrat Ancam Gunakan Hak Lebih Berat Dari Pada Interpelasi), kali fraksi Partai Golkar juga akan mengusulkan penggunakan hak Interpelasi untuk bertanya kepada Jokowi perihal kenaikan harga BBM dari yang sebelumnya Rp. 6.500/liter menjadi Rp. 8.500/liter.

“Kita akan menggulirkan (hak interpelasi), Senin depan sudah mau jalan. Kita siapkan argumennya,” tegas Sekretaris Fraksi Partai Golkar di DPR Bambang Soesatyo, saat dihubungi, pada Jumat (21/11/2014).

Golkar Siap Gulirkan Hak Interpelasi Pada Pemerintah Pekan Depan

Pria yang akrab dipangil Bamsot ini juga menjelaskan, jika Presiden Jokowi mampu memberikan penjelasan dengan rinci dan benar tentang perihal kenaikan harga BBM ini, maka penggunaan hak interpelasi akan selesai. Namun jika jawaban Jokowi tidak memuaskan, bukan tidak mungkin nantinya akan menggunakan hak angket serta hak menyatakan pendapat.

“Kalau penjelasan masuk akal, selesai. Kalau tidak puas, alasan dicari-cari, maka kita akan gulirkan hak angket, hak penyelidikan dewan, dan tidak menutup kemungkinan pada hak menyatakan pendapat,” jelasnya.

Bukan hanya fraksi Golkar saja yang ingin mempertanyakan kebijakan pemerintah ini, namun fraksi Gerindra juga ingin mempertanyakan soal kebijakan kenaikan harga BBM disaat harga minyak dunia turun.

Baca Juga:

Menurut UU MPR, DPR, DPD, DPRD (MD3) Pasal 194, hak interpelasi diusulkan oleh paling sedikit 25 (dua puluh lima) orang anggota DPR dan lebih dari 1 (satu) fraksi. Pengusulan hak interpelasi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) disertai dokumen yang memuat paling sedikit; a. materi kebijakan dan/atau pelaksanaan kebijakan Pemerintah yang akan dimintakan keterangan; dan b. alasan permintaan keterangan. (Moch Asnan – www.sisidunia.com)