Home » Ekonomi & Bisnis » Tarif Angkutan Naik 10% Karena Imbas BBM, Ini Tanggapan BI

Tarif Angkutan Naik 10% Karena Imbas BBM, Ini Tanggapan BI



Jakarta- Kemenhub (Kementerian Perhubungan) akhirnya menentukan kebijakan untuk menaikan tarif angkutan umum karena efek dari penyesuaian naiknya BBM subsidi maksimal 10 persen.

Tarif Angkutan Naik 10% Karena Imbas BBM, Ini Tanggapan BI

Menanggapi hal tersebut ototritas yang mengendalikan inflasi yakni Bank Indonesia (BI) melihat apa yang dilakukan oleh Kemenhub yang menaikan tarif angkutan umum tersebut sangat baik.

Perry Warjiyo selaku Debuti Gubernur Bank Indonesia menjelaskan, meskipun kebijakan tersebut disampaikan Kemenhub yang mewakili sebagai pemerntah pusat. Kebijakan tersebut diharapkan dapat diteruskan di pemerintah Kabupaten/kota yang ada di Indonesia.

Bank Indonesia juga berharap banyak kepada pemerintah pusat serta pemerintah kota untuk mampu bekerjasama dan terlibat dalam tim penanggulangan inflasi Daerah (TPID), ini dimaksudkan untuk menjaga kenaikan dari harga tarif angkutan umum tersebut.

Lebih lanjut Perry menjelaskan, apabila ada peraturan yang seperti ini akan mampu menurunkan dampak inflasi, dan itu perlu disambut dengan baik.

Pada kesempatan sebelumnya Perry juga memaparkan, karena akibat dari naiknya harga Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi tersebut inflasi akan merangkak menjadi 2,6 persen, dan secara full year akan bertengger pada angka 7,9 persen.

Menurutnya, naiknya laju inflasi sebesar 2,6 persen tersebut merupakan akumulasi dari beberapa dampak. 1,3 persen merupakan dampak langsung akibat dinaikanya harga BBM subsidi, dampak tidak langsung sebesar 0,7 persen seperti tarif angkutan umum, dan 0,6 persen dari kenaikan bahan pangan. (Arkha Satya – sisidunia.com)