Home » News » Kasus Politik: Penghina Prabowo Akui Pasrah

Kasus Politik: Penghina Prabowo Akui Pasrah



Jakarta – Brama Japon Janua mengaku pasrah dengan hukuman yang menantinya. Pria 31 tahun yang pernah memiliki pekerjaan sebagai satpam pelabuhan di Surabaya ini juga menyatakan tidak akan melakukan penangguhan penahan seperti yang dilakukan oleh Arsyad, tersangka penghina Presiden Jokowi.

Penghina Prabowo Akui Pasrah

Brama didakwa atas kasus pencemaran nama baik Prabowo Subianto beserta Institusi Brigade Mobil. Melalui akun Facebooknya, Brama mengaku memiliki nama Bribda Candra Tanzil dan menulis status penolakan terhadap Prabowo sebagai presiden. Prabowo sendiri sudah menyatakan memaafkan Brama.

Sidang ketiga Brama digelar Rabu (13/11/2014) kemarin di Pengadilan Negeri Surabaya. Sidang itu menghadirkan beberapa saksi seperti pakr hukum Universitas Pelita Harapan (UPH) Surabaya, Jusup Yacobus Setyabudhi. Kontributor Sisi Dunia mendapatkan laporan jika keterangan yang diberikan Jusup meringankan Brama.

Brama sudah dipenjara sejak 6 Agustus 2014. Ancaman hukuman maksimal 6 tahun penjara menanti dirinya jika terbukti bersalah. (Rindi Ayunda – sisidunia.com)