Home » News » Gelar Tahlil, Massa FPI Diwarnai Pelanggaran Hukum

Gelar Tahlil, Massa FPI Diwarnai Pelanggaran Hukum



Jakarta – Pada hari ini massa Front Pembela Islam (FPI) menggelar tahlil bersama di Bundaran Hotel Indonesia (HI) hari ini, namun aksi turun kejalan ini diwarnai pelanggaran hukum karena massa FPI menerobos Busway, tepatnya di koridor IX atau tepatnya di Jl MT Haryono.

Dari pantauan wartawan di lapangan, massa FPI berangkat sekitar pada pukul 09.10 Wib, Senin (10/11/2014) pagi, dengan menggunakan mobil Pick Up dan kendaraan sepeda motor, penerobosan Busway mulai flyover Cawang hingga sebelum Pintu Tol Tebet dan massa yang menggunakan roda dua tanpa di lengkapi memakai Helm.

Massa FPI Diwarnai Pelanggaran Hukum

Seperti yang diketahui bersama, Massa FPI menggelar acara tahlil bersama di HI untuk mendoakan para arwah pahlawan yang bertepatan di peringatan Hari Pahlawan 10 November, jumlah massa FPI sekitar 300 an dan terdiri dari kaum ibu-ibu.

Dalam orasinya, salah satu orator mengatakan fatwa jihad Nahdlatul Ulama (NU) menjadi pendorong arek-arek suroboyo (pejuang surabaya) untuk melakukan perlawanan pada agresi pasukan sekutu pada perang di surabaya 10 november 1945.

Baca Juga:

“Fatwa jihad NU menjadi pendorong semangat pahlawan kita di Surabaya untuk perang melawan penjajah, untuk itu kita ingin mendoakan arwah mereka yang telah berjihad,” kata seorang orator di Bunderan HI Jakarta, Senin (10/11). tutupnya. (Moch Asnan – www.sisidunia.com)