Home » News » Wacana Pengosongan Kolom Agama di KTP Tuai Banyak Penolakan

Wacana Pengosongan Kolom Agama di KTP Tuai Banyak Penolakan



Jakarta โ€“ Wacana untuk mengosongkan kolom agama di Kartu Tanda Penduduk (KTP) yang menjadi program Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menuai banyak penolakan dari banyak pihak. Wacana tersebut dianggap kurang urgent untuk direalisasikan.

Wacana Pengosongan Kolom Agama di KTP Tuai Banyak Penolakan

Berdasarkan pantauan Harian Indo (Sabtu, 8/11/2014), banyak pihak yang menganggap bahwa masih banyak program lain dari Kemendagri yang ditunggu realisasinya ketimbang rencana untuk mengosongkan kolom agama di KTP.

Beberapa penolakan keras datang dari berbagai kalangan, seperti dari Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), kalangan politisi PKS Fahri Hamzah, dan Wakil Ketua DPR Fadli Zon.

Fadli Zon bahkan menyangsikan urgensi dari pengosongan kolom agama, selain untuk menambah jumlah atheism dan aliran-aliran lain yang belum tentu sejalan dengan Pancasila. Padahal rencana kebijakan Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo untuk mengosongkan kolom Agama di KTP adalah untuk mengakomodasi kebutuhan rakyat Indonesia yang memeluk Agama atau keyakinan yang masih belum diakui oleh negara.

Baca Juga
Kenaikan Harga BBM: Megawati Membisu, PDIP Tak Kompak
Jokowi Bertolak ke Beijing Untuk Hadiri KTT APEC

Pada kesempatan lainnya, Menteri Agama Lukman Hakim Saifudin mengungkapkan bahwa masyarakat tidak perlu cemas polemic kolom agama dalam KTP. Karena Kemenag akan tetap mempertahankan keberadaan kolom agama di dalam KTP. Lukman menganggap bahwa keberadaan agama itu sangat penting sehingga jangan sampai dikosongkan apalagi dihilangkan dalam KTP.

Lukman pun berharap agar masyarakat tidak merespons berlebihan rencana kebijakan Kemendagri untuk mengosongkan kolom agama yang ditujukan untuk masyarakat Indonesia yang mengantu aliran kepercayaan. ( Rindi Ayunda – sisidunia.com)