Home » Ekonomi & Bisnis » Menteri ESDM: Dua Tahun Kedepan Indonesia Krisis Listrik

Menteri ESDM: Dua Tahun Kedepan Indonesia Krisis Listrik



Jakarta – Sudirman Said yang menjabat sebagai Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengungkapkan, krisis listrik yang ada di Indonesia semakin real. Oleh karena itu, perlu adanya tindakan yang khusus dari semua instansi yang terkait untuk mengantisipasi hal itu.

Dua Tahun Kedepan Indonesia Krisis Listrik

Sudirman juga menjelaskan apabila tidak ada langkah trobosan yang solutif. Dalam dua tahun kedepan Indonesia akan mengalami krisis energi listrik.

Memang sudah ada arahan dari wakil presiden Jusuf Kala terkait hal tersebut. Akan tetapi, dari beberapa arahan belum ada arahan yang terbilang cukup detail.

Pada Sabtu 8 November yang akan datang, Sudirman bersama kementrian ESDM yang ada dibawahnya akan melakukan rapat selama satu hari bersama Dirut PLN serta Dirjen Pelistrikan. Rapat akan diarahkan pada opsi-opsi untuk mengatasi masalah krisis listrik yang akan datang. Baik solusi untuk jangka pendek, menengah, maupun jangka panjang.

Sebagai perbandingan, Sudirman menjelaskan. Ketika ekonomi tumbuh 1 persen makan listrik harus growth 1,5 persen sebagai cadangan. Oleh karena itu, apabila Indonesia menargetkan pertumbuhan ekonomi 6 persen maka listrik pun juga harus tumbuh 9 persen.

Itu artinya setiap satu tahun PLN harus membangun 7 ribu mega watt. Sedangkan untuk kemampuan membangun negeri ini hanya 2 ribu watt. Masih kurang 5 ribu watt dan pada rapat hari sabtu tersebut akan dicari solusinya. (Arkha Satya – sisidunia.com)