Home » Ekonomi & Bisnis » Jembatan Selat Sunda Gagal Dibangun Karena Ketidakpastian

Jembatan Selat Sunda Gagal Dibangun Karena Ketidakpastian



Jakarta (5/11/2014) – Sejak mulai digulirkan wacana pembangunan megaproyek Jembatan Selat Sunda (JSS) telah banyak menuai kontroversi. Karena, jembatan yang diperkirakan sepanjang 29 kilometer ini akan memakan banyak investasi yang luar biasa besar yakni sekitar Rp 200 triliun.

Jembatan Selat Sunda Gagal Dibangun Karena Ketidakpastian

Sofyan Djalil selaku Menteri Koordinator Bidang Perekonomian mengungkapkan, dari dulu sejak digulirkan rencana pembangunan tersebut belum menghasilkan sebuah keputusan yang pasti. Hal tersebut dikarenakan dana yang diperlukan untuk merealisasikan proyek tersebut sangat banyak.

Sofyan menabahkan, jembatan yang akan mengintergrasikan wiliayah yang strategis tersebut harus berhubungan dengan sejumlah kementrian atau lembaga sehingga membuat nasib dari proyek tersebut terlunta-lunta pada pemerintahan presiden sebelumnya Susilo Bambang Yudhoyono.

Dan untuk sekarang, konsep jembatan Selat Sunda tersebut tidak sesuai dengan konsep kemaritiman yang digelakan oleh presiden baru kita Joko Widodo.

Pada kesempatan sebelumnya, Basuki Hadimuljono Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat menuturkan. Jembatan Selat Sunda bukan merupakan prioritas dalam pemerintah ini (Joko Widodo) dalam lima tahun masa kerja.

Basuki menilai, terdapat sejumlah alasan kenapa Jembatan Selat Sunda bukan menjadi prioritas pada kinerja pemerintahan Jokowi saat ini. Karena presiden Jokowi mempunyai misi ingin merealisasikan pembangunan jalur maritim (tol laut). (Arkha Satya -sisidunia.com)