Home » Ekonomi & Bisnis » Kabar Pasar: Harga CPO Turun, Bakrie Sumatera Sukses Catatkan Pendapatan 2 Triliun

Kabar Pasar: Harga CPO Turun, Bakrie Sumatera Sukses Catatkan Pendapatan 2 Triliun



Jakarta – Kinerja Perseroaan PT Bakrie Sumatera Plantations Tbk (UNSP) menunjukkan perbaikan. Dengan harga minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) dan karet yang mengalami penurunan tajam sepanjang tahun ini, perusahaan tetap mampu menikmati hasil penjualan yang tinggi. Perseroaan mencatatkan peningkatan sebanyak 41 persen dibanding dengan perolehan nilai penjualan pada periode waktu yang sama pada 2013 lalu dengan perbandingan harga pasaran lebih tinggi ketimbang saat ini.

Kabar Pasar: Harga CPO Turun, Bakrie Sumatera Sukses Catatkan Pendapatan 2 Triliun

Dikutip dari berbagai sumber Minggu (2/11/2014) Direktur UNSP Andi W Setianto mengatakan “Nilai penjualan UNSP sembilan bulan pertama tahun ini mencapai Rp 2,30 triliun, naik jika dibanding Rp 1,44 triliun pada sembilan bulan pertama tahun lalu. Ini membuktikan bahwa fundamental bisnis kami sebenarnya tetap kuat untuk terus memacu kinerja,” ucapnya. Berdasar laporan keuangan perseroan yang dirilis menunjukkan bahwa emiten perkebunan ini sukses menorehkan kinerja positif di sembilan bulan pertama tahun ini. Selain penjualan yang melonjak hingga 41 persen, laba operasi dan laba kotor UNSP juga naik signifikan.

Selain laporan keuangan kuartal tiga tahun ini menunjukkan bahwa kinerja perseroan memang membaik dan positif. Laba kotor meningkat sebesar 45 persen dari Rp 395 miliar dikuartal III 2013 menjadi RP 575 miliar pada kuartal yang sama tahun ini. Perolehan laba operasi juga meningkat hingga 106 persen dari 135 miliar menjadi Rp 278 miliar. Catatan positif ini menurut Andi merupakan hasil dari strategi jitu perseroan meningkatkan produksi sawit dan karet, di tengah kondisi harga pasar komoditas sawit dan karet yang masih berada di level yang rendah.

Pada kuartal III-2014 harga komoditas sawit turun ke level terendah US$670 per ton CIF Rotterdam. Data perseroan menujukkan, harga CPO pernah mencapai level tertinggi US$ 1.700 per ton di April 2011. Sementara komoditas karet, pada kuartal tiga tahun ini harga komoditas karet turun ke level terendah US$1,6 per kilogram dibandingkan harga pada kuartal tiga tahun sebelumnya yang masih bertahan di level terendahnya US$2,6 per kilogram. Data perseroan menunjukkan, harga karet pernah mencapai level tertiggi US$6,2 per kilogram pada Februari 2011. (fauji nur – sisidunia.com)