Home » Gaya Hidup » Puisi Hari Sumpah Pemuda, Refleksi Dan Semangat Pemuda Masa Kini

Puisi Hari Sumpah Pemuda, Refleksi Dan Semangat Pemuda Masa Kini



Jakarta – Tanggal 28 Oktober 2014 mendatang, bangsa Indonesia kembali memperingati hari Sumpah Pemuda. Hari bersejarah yang ditandai dengan kebangkitan para pemuda di jaman tersebut.

Puisi Sumpah Pemuda, Refleksi Dan Semangat Pemuda Masa Kini

Untuk mengingat dan merefleksikan diri kita sebagai pemuda yang hidup di jaman yang serba modern, puisi Sumpah Pemuda ini bisa membantu kita semua untuk tidak kehilangan semangat para pemuda di tahun 1928 tersebut.

Kumpulan puisi yang ditulis dengan penuh semangat sekaligus mengkritisi sikap pemuda masa kini menjadi penanda bahwa bangsa Indonesia selalu mampu mencetak generasi emas di setiap jamannya.

Kirimkan puisi ini kepada teman, keluarga dan kerabat lewat sms, bbm atau update status di akun media sosial yang kita miliki dengan harapan agar bisa menggugah semangat untuk terus berbuat sesuatu demi kepentingan bangsa.

Berikut adalah puisi Sumpah Pemuda, refleksi dan semangat para pemuda masa kini yang dilansir dari beberapa sumber, Senin (27/10/2014) :

Nafas Bangsa

Negeri yang terlahir oleh perjuangan
Jiwa, raga, dan nyawa melayang
Kemerdekaan tercapai di hari ini
Para pemuda segera bersumpah
memiliki 1 bahasa
memiliki 1 tumpah darah
memiliki 1 bangsa
yaitu Indonesia
Pemuda sebagai generasi terpuji
Pemuda sebagai generasi perjuangan
Pemuda sebagai nafas bangsa

Sumpah Putra Bangsa

Mawar hitam telah pudar
terganti oleh setangkai mawar putih
laksana telah pudarnya perseteruan
lahirlah persatuan anak emas bangsa
kini lahirlah semangat putra bangsa
lahirlah bahasa persatuan
kini tak ada lagi perbedaan yang memisahkan
sumpah telah menyatukan
janji telah diikatnya oleh seutas tali emas
bersatulah tanah airku
tanah airku Indonesia

Pemuda Harapan Bangsa

Hatiku bergetar ketika kudengar
Bait-bait Sumpah Pemuda terbacakan
Begitu tulus dan penuh semangat membara
Para Pemuda berjuang untuk Tanah Air Indonesia
Mereka tak gentar dengan senjata tajam dan tembakan yang menghadang
Mereka kuatkan tekad
Bulatkan semangat untuk Bangsa dan Negara
28 Oktober 1928
84 Tahun yang lalu, bahkan saat kita belum terlahir
Semangat Pemuda terus membara
Untuk menyatukan Tanah Air Indonesia
Untuk menyatukan Bahasa Indonesia
Untuk menyatukan Bangsa Indonesia
Pemuda Harapan Bangsa
Tonggak perjuangan kini berada di tangan kita
Singsingkan lengan baju kita
Lanjutkan perjuangan para Pemuda
Untuk terus mempertahankan kemerdekaan
Memajukan bangsa dan menjaga nama baik Indonesia di mata dunia

Percik-percik Sumpah Pemuda

Gema ikrar itu
hampir satu abadlalu
membahana di persadaku
mampu menyatukan tekat dan hastrat
bersatu padu bangsaku

begitu banyak pilihan kini
yang bisa membuat indah warna negeri ini

kami ingin
kami mau
jemari kecil ini
kepal tangan ini
langkah kaki ini
untuk mengisi perubahan negeri ini
bukan dengan permusuhan
bukan dengan kegaduhan
bukan dengan baku hantam
tetapi dengan…
cita cita suci
dengan doa dan usaha
agar negriku jambrut katulistiwa
tetap berkilau,tetapkukuh dan teguh
hai kamu
kaum muda bangsaku
ayo singsingkan lengan baju
tuk bawa bangsa ini
luhur dan mulia sejahtera
jalayah negriku
INDONESIA

Pahlawanku

Pahlawanku..
Aku bangga padamu..
Kau rela mengorbankan nyawamu melawan banyaknya penjajah yang datang ke tanah air ini
Demi membela tanah air yang kau cintai.

Pahlawanku..
Kau melawan
Kau menyerang
Tak gentar dengan perlawanan yang mereka berikan

Pahlawanku..
Sungguh banyak jasa-jasamu pada negara ini
Sungguh banyak yang telah kau berikan bagi negara ini
Pahlawanku, kau pantang menyerah

Pahlawanku.
Buka hanya yang tua..
Tetapi yang muda pun ikut berperang melawan para penjajah

Para pahlawan mudaku
Demi menghormati jasa-jasamu pada negara ini
Kami buatkan hari yang istimewa untukmu
Hari sumpah pemuda
Hari dimana kau bersumpah mempertahankan Indonesia
Tanggal 28 Oktober, itulah hari Sumpah Pemuda

Sekali lagi..
Kami sebagai bangsa Indonesia
Bangga padamu, wahai Pahlawanku

(Dwi Kristyowati – sisidunia.com)