Home » Ekonomi & Bisnis » Kerjasama Ekonomi Dengan Jepang, Jokowi Diminta Meninjaunya Kembali

Kerjasama Ekonomi Dengan Jepang, Jokowi Diminta Meninjaunya Kembali



Jakarta – Sejak tahun 2007 Indonesia dengan Jepang telah menandatangani Perjanjian Kemitraan Ekonomi (EPA). Perjanjian kerja tersebut terkait dengan isu perdagangan bebas dan WTO plus. Menurut Shanti Darmastuti seorang penulis dan peneliti, perjanjian tersebut perlu dikaji ulang karena dinilai banyak merugikan Indonesia.

Kerjasama Ekonomi Dengan Jepang, Jokowi Diminta Menijaunya Kembali

Oleh karena itu pada pemerintahan baru ini Shanti berharap pemerintah melakukan lobi yang lebih kuat dengan pemerintah Jepang agar kebijakan ‘tarrif barries’ dapat diminimalkan. Karena Indonesia hanya bisa ekspor sejumlah produk dan tenaga kerja yang harus melewati standart ketat dan Indonesia belum mampu memenuhinya.

Hal ini dapat diambil contoh dibidang ketenaga kerja terampil perawat. Terdapat 500 perawat yang ikut dalam tes seleksi namun hanya 2 orang yang dapat diterima di Jepang. Ini terjadi karena para perwat harus menguasai bahasa Jepang serta standart kompetensi yang sesui dengan keinginan Jepang. Di Indonesia sendiri standart keperawatanya masih dibawah kriteria.

Untuk itu Shanti meminta pemerintahan yang baru ini (Jokowi-JK) untuk bertindak tegas terhadap ketidak adilan perjanjian tersebut.

Lebih lanjut Shanti menjelaskan, selama perjanjian berlangsung belum terlihat dari pihak Jepang untuk melakukan transfer teknologi atau membangun capacity building. Hal ini juga pernah terjadi di Malaysia dan mereka memutuskan untuk mengakhiri kerja sama dan ganti menggaet Eropa sebagai partnernya. (Arkha Satya – sisidunia.com)