Home » Ekonomi & Bisnis » Gila Brand , Masyarakat Indonesia Lebih Suka Baju dan Kain Impor

Gila Brand , Masyarakat Indonesia Lebih Suka Baju dan Kain Impor



Jakarta – Meski kulaitas baju dan kain lokal buatan anak negeri tidak kalah dengan produk dari luar, kenyataanya orang Indonesia lebih suka beli kain dan baju impor jika dibandingkan dengan buatan lokal.

Gila Brand , Masyarakat Indonesia Lebih Suka Baju dan Kain Impor

Jajang selaku Supervisor  Pronto Moda dari cabang Pasar Baru, hingga saat ini masyarakat Indonesia masih menggandrungi dan membeli produk dari luar negeri meski harga yang dibanderol lebih mahal karena bermerek. Meski tidak ada jaminan kuwalitas dari produk impor tersebut, masyarakat Indonesia masih tidak mau merubah kebiasaanya.

Jajang juga mengungkapkan, pembelian tersebut hanya didasarkan oleh merek semata. Bahkan kalua dilihat banyak baju dan kain yang bermerek luar negeri kuwalitasnya dibawah buatan lokal. Karena orang Indonesia gila merek mereka tidak memperdulikanya dan memilih produk luar negeri.

Untuk memenuhi kebutuhan Jajang pun mengikuti kemauan para pembeli, tercatat ada sejumlah 75 persen kain atau baju yang merupakan produk impor sedangkan sisanya 25 persen dalam negeri. Kebanyakan impor berasal dari negara Jepang dan Korea.

Secara mendasar Jajang menjelaskan ada perbedaan yang mencolok antara produk lokal dan impor yakni salah satunya adalah segi motif. Produk luar negeri lebih banyak pilihan motifnya sedangkan untuk dalam negeri sedikit motif namun unggul dalam hal kwalitas. (Arkha Satya – sisidunia.com)