Home » News » Raja Bonaran : KPK Bisa Dibubarkan Sewaktu-waktu

Raja Bonaran : KPK Bisa Dibubarkan Sewaktu-waktu



Jakarta – Masih ingat dengan tersangka Korupsi yang di tahan Komisi Pemilihan Umum (KPK) yaitu Bupati Tapanuli Tengah Raja Bonaran Situmeang, beliau mengaku mengapa tidak diperbolehkan membawa berkas-berkas kedalam tahanan, akibatnya dirinya tidak bisa menjawab pertanyaan penyidik KPK.

“Saya diperiksa tadi. Terus ditanya, tapi saya enggak bisa jawab. Soalnya berkas-berkasnya enggak ada di saya. Di rutan sana dilarang bawa berkas-berkas perkara dan berkas-berkas lainnya yang berhubungan dengan perkara,” katanya usai diperiksa di gedung KPK, Jakarta Selatan, pada Jumat (24/10/2014).

KPK Bisa Dibubarkan Sewaktu-waktu

Bonaran berkilah, hukum di negara ini sudah kacau. Mengapa dirinya sebagai tersangka dilarang membawa berkas kedalam tahanan dan tidak boleh memegang telephone genggam atau Handphone dalam Rumah Tahanan.

“Saya tidak punya handphone. Nanti silakan tanya kepada penyidik. Katanya nanti mereka akan klarifikasi jika Bonaran tidak punya handphone dan tidak sedang dihukum masa tahanan 30 hari,” jelas Bonaran.

Dia juga menyatakan sudah mengajukan judicial review, dan dia juga melaporkan hakim yang menyidangkan kasus Akil Mochtar (AM) ke Komisi Yudisial (KY), namun tidak ada satu saksi yang menyatakan jika dirinya menyerahkan uang.

“Di putusan Akil itu disebutkan saya menyerahkan uang ke Bachtiar Rp 2 miliar. Sementara dalam fakta-fakta hukumnya tidak ada satupun saksi menyatakan saya memberikan uang,” ucapnya.

Baca Juga:

Dengan nada heran, Bonaran menyayangkan mengapa Hakim takut sama KPK, “Makanya kenapa sekarang hakim takut? Bingung juga saya. Semua takut sama KPK. Jangankan hakim, presiden saja sekarang takut sama KPK. Mana lembaga yang benar? Lembaga kepresidenan itu kan yang diatur sama undang-undang, sedangkan KPK tidak. Bisa bubar sewaktu-waktu,” tutup Bonaran. (Moch Asnan – www.sisidunia.com)