Home » Travel & Kuliner » Pulau Cubadak Pada Video Onde Mandeh Mendapat Tanggapan dari Imam Prasodjo

Pulau Cubadak Pada Video Onde Mandeh Mendapat Tanggapan dari Imam Prasodjo



Jakarta – Munculnya sebuah video Onde Mandeh pada jejaring Youtube yang memperlihatkan sisi wilayah tanah air di Sumatera Barat, Pulau Cubadak, mendapatkan tanggapan dari sosiolog dan tokoh masyarakat Indonesia Imam B. Prasodjo dimana hal terkait disampaikan melalui akun resmi facebook miliknya.

Pulau Cubadak Pada Video Onde Mandeh Mendapat Tanggapan dari Imam Prasodjo

Sebagaimana pantauan tim SisiDunia, Selasa (21/10/2014), Imam Prasodjo melalui akun facebook miliknya mengatakan, “Video ini (Onde Mandeh) menyadarkan kita betapa kalimat dalam pembukaan UUD 1945 harus tidak saja diketahui, difahami, dan dihafal tetapi juga dijalankan.”

Imam Prasodjo meminta para pembaca status pada dinding facebook miliknya untuk bersama-sama meresapi tujuan dibentuknya pemerintah negara Indonesia. “Dalam pembukaan konstitusi kita jelas tertulis: ‘melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia…’,” ujarnya.

Baca Juga :

Pada pernyataannya turut disampaikan, “Apa yang terjadi di video ini adalah gambaran kasat mata bahwa pulau yang harusnya menjadi bagian dari fasilitas publik telah menjadi tertutup dan seolah-olah telah menjadi wilayah lain dari negeri ini. Sebagian tumpah darah kita telah melayang.”

Dan dalam lanjutan pernyataannya, sosiolog dan tokoh masyarakat Indonesia Imam Prasodjo meminta untuk tidak saling menyalahkan pihak manapun, serta dengan tegas mengatakan hal yang saat ini perlu dilakukan adalah membangun tingkat kesadaran baru mengenai pentingnya tindak lanjut proses penyelamatan aset negara maupun budaya sesegera mungkin.

“Semoga menggugah para ninik mamak yang kini masih berjiwa patriot untuk menyelamatkan tumpah darah anak negeri,” imbuh Imam Prasodjo. Adapun video Onde Mandeh diunggah ke jejaring Youtube oleh akun Watchdoc Documentary Maker yang berisi adanya pengusiran kepada pengunjung lokal saat sedang mengambil gambar dokumenter di Pulau Cubadak. (Dwi Kristyowati – SisiDunia.com)