Home » Travel & Kuliner » Inilah Penjelasan Pengelola Pulau Cubadak Tentang Pengusiran Warga Lokal

Inilah Penjelasan Pengelola Pulau Cubadak Tentang Pengusiran Warga Lokal



Jakarta – Wilayah Pulau Cubadak, Sumatera Barat, saat ini tengah menjadi sorotan masyarakat luas Indonesia setelah munculnya sebuah video berisikan bule pengelola resort setempat mengusir para pengunjung lokal serta tidak memberikan izin untuk pengambilan gambar maupun rekaman video.

Inilah Penjelasan Pengelola Pulau Cibadak Tentang Pengusiran Warga Lokal

Adapun pelarangan pengambilan gambar serta perekaman lokasi di Pulau Cubadak tersebut diketahui karena tak ada pemberitahuan serta ijin terlebih dahulu terkait kedatangan para pengunjung lokal terkait sebagaimana terekam pada video dokumenter yang muncul dijejaring Youtube oleh Watchdoc Documentary Maker itu.

Dan mengenai hal itu, Selasa (21/10/2014), Dominique Murail selaku pihak pengelola resort di Pulau Cubadak tersebut, tepatnya Direktur Utama PT. Bintang Paradiso Resort, mengatakan kejadian berlangsung pada 10 Oktober 2014 dimana Darpius, tokoh masyarakat setempat, menghubungi dirinya melalui sambungan telepon.

Baca Juga :

Pak Darpius dinyatakan menghubungi bule pengusir pengunjung lokal terkait untuk meminta ijin membawa tamu yang ingin melakukan pengambilan gambar diresort yang dikelola Dominique, dimana kemudian ijin itu diberikan karena Darpius sudah seringkali menghadirkan turis asing maupun lokal.

“Dan sampai sekarang tidak pernah ada masalah. Seperti biasa, sesudah kapal tiba, saya mohon Pak Darpius jangan ambil gambar dari tamu yang sedang menginap di resor. ‘Ya Bu, ini biasa,’ bilang Pak Darpius,” imbuh pihak pengelola yang terkini diketahui merupakan warga negara Italia itu.

Namun selang beberapa waktu Dominique mengaku kecewa karena yang hadir ternyata bukan pengunjung biasa, melainkan seorang professional untuk melakukan pengambilan gambar tentang resor terkait. “Ini sedikit berbeda dari orang pariwisata yang cuma mau jalan-jalan dan ambil gambar,” imbuh pengelola.

Karena kesalahan komunikasi itulah bule pengelola resort di Pulau Cubadak tersebut secara tegas mengatakan tak menyetujui dilakukannya pengambilan foto maupun video dokumenter terkait. Adapun video berjudul Onde Mandeh yang muncul dijejaring Youtube itu turut serta membuat Imam Prasodjo selaku tokoh masyarakat Indonesia angkat suara melalui akun facebook miliknya. (Dwi Kristyowati – SisiDunia.com)