Home » News » Kebun Binatang Mini: Terdapat Satwa Langka Yang Dilindungi, Tapi Tak Layak Kondisinya

Kebun Binatang Mini: Terdapat Satwa Langka Yang Dilindungi, Tapi Tak Layak Kondisinya



Blitar – Sebuah lembaga peduli pada kelestarian satwa Indonesia, berharap sebuah kebun binatana mini yang berada di daerah sekitaran kompleks makam Proklamator RI Soekarno dan berada di tengah pemukiman warga. Kebun binatang mini yang terletak pada kelurahan Sentul, kecamatan Kepanjen Kidul kota Blitar untuk segera ditutup. Animal Indonesia menganggap keberadaan kebun binatang mini tersebut jauh dari kesan layak sebagai konservasi hewan, dimana terdapt jenis hewan langka yang ada di kebun binatang mini tersebut diantaranya lutung jawa, merak kasuari, kakaktua jambul kuning dan buaya, serta masih banyak lagi dengan koleksi satwa langka berjumlah sekitar 30-an.

Kebun Binatang Mini: Terdapat Satwa Langka Yang Dilindungi, Tapi Tak Layak Kondisinya

Dikutip dari berbagai sumber Jumat (17/10/2014), Kebun binatang mini berdiri sekitar tahun 2000-an. Kebun binatang mini tersebut berada diatas tanah yang dulunya hendak dibangun rumah ibadah namun batal. Inforrmasi yang beredar melalui email yang berjudul “Tutup Neraka Satwa Blitar” lembaga Animals Indonesia sudah menyurati Balai Konservasi Sumber Daya Alam Provinsi Jawa Timur yang juga ditembuskan Dirjen Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam di Jakarta. Elsizabeth Laksmi, sebagai juru kampanye Animal Indonesia pada konfrimasinya “Secara hukum, kebun binatang tersebut ilegal karena tidak memiliki izin sebagai Lembaga Konservasi Ex Situ,” ucapnya.

Secara teknis, kebun binatang seharusnya memiliki standart dasar kesejahteraan satwa liar. Berdasarkan keterangan Animals Indonesia, ada lima standar dasar yang wajib dipenuhi. Diantaranya, satwa harus bebas lapar dan haus. Satwa harus bebas dari rasa sakit dan penyakit. Satwa harus bebas mengekspresikan perilaku alaminya, bebas dari ketidaknyamanan fisik, bebas dari rasa takut dan tertekan. Animals Indonesia menduga satwa yang diperoleh dari hasil yang tidak wajar, karena kebun binatang merupakan bisnis yang sarat dengan modal. (fauji nur – sisidunia.com)