Home » Ekonomi & Bisnis » Harga Minyak CPO: Turun Akibat Tekanan Global dan Turunnya Harga Minyak Bumi

Harga Minyak CPO: Turun Akibat Tekanan Global dan Turunnya Harga Minyak Bumi



Jakarta – Harga minyak sawit atau crude palm oil (CPO) masih mengalami penurunan akibat dari melemahnya harga minyak bumi yang turun tajam. Produksi biodiesel hasil olahan dari CPO kurang diminati pasar. Dikutip dari Bloomberg Jumat (17/10/2014), data perdangan transaksi menujukkan harga minyak sawit pada pengiriman Desember 2014 di Malaysia Derivatif Exchange (MDE) turun 0,8% dari sebelumnya menjadi RM2.117 per metrik ton. Dimana dalam sepekan terakhir harga CPO telha anjlok sekitar 3,4%.

Harga Minyak CPO: Turun Akibat Tekanan Global dan Turunnya Harga Minyak Bumi

Penurunan harga juga terjadi akibat pelemahan ekspor Malaysia. Berdasarkan data Intertek Testing Service (ITS), ekspor CPO Malaysia 1-15 oktober turun 16,5% dari periode yang sama bulan sebelumnya. Sementara laporan Societe Generale de Surveillance pada rentang 1-10 oktober, ekspor CPO turun 15,5%. Harga CPO masih tertekan karena ketidakpastian ekonomi global masih berlanjut. Pergerakan harga akan menunggu pengumuman pendapatan domestik bruto (PDB) Tiongkok. Jika hasilnya jelek, harga CPO bakal memperpanjang tren penurunan.

Dikutip dari berbagai sumber Zulfirman Basir, Senior Resercher and Alayst PT Monex Investindo Future mengatakan penurunan harga minyak bumi turut memperdalam pelemahan harga CPO. Maklum, dengan harga minyak bumi yang rendah, pelaku pasar akan beralih dari biodiesel (minyak nabati yang diolah) dari CPO ke minyak bumi. Tapi penyebab lesunya permintaan CPO terutaman akibat faktor global.

Harga CPO masih cenderung terkoreksi, antara moving average (MA)50 dan 100 memberi tanda penurunan. Stochastic berada di level 19% pertanda turun. Indikator reletive strength index (RSI) di level 44% menunjukkan harga masih turun. Demikin juga pada moving average divergence (MACD) di level 1% menunjukkan tekanan. (fauji nur – sisidunia.com)