Home » Ekonomi & Bisnis » Harga Minyak Sampai Kasus Ebola Membuat Bursa AS Terpuruk

Harga Minyak Sampai Kasus Ebola Membuat Bursa AS Terpuruk



Washington – Bursa saham Ameriaka Serikat (AS) mengalami pelemahan karena ada aksi jual di sektor penerbangan dan energi yang mlempem. Kondisi tersebut terjadi karena kekhawatiran terkait kasus ebola serta harga minyak yang menyentuh harga level terendah.

Harga Minyak Sampai Kasus Ebola Membuat Bursa AS Terpuruk

Pada penutupan saham senin (Selasa pagi di Jakarta), saham Dow Jones terpuruk 1,35 % atau 223,03 poin menjadi 16.321,07. Saham S & P 500 juga melemah 1,65 % atau 31,39 poin menjadi 1.874,74. Saham Nasdaq juga mengalmi nasib yang serupa yakni turun 1,46 % atau 62,58 poin menjadi 4.213,66.

Lima sektor dari S & P 500 yang tertekan adalah sektor consumer discreatonary, industri, material dan telekomunikasi. Sedangkan untuk sektor energi turun 7,6 persen yang merupakan keadaan terburuk sejak September 2011.

Sentimen negatif juga datang dari kasusu Ebola yang ada di AS, kondisi tersebut yang mengakibatkan saham perusahaan penerbangan lesu setelah ada kasusus perawat dari AS yang terjangkit virus Ebola.

Tak heran jika saham United Airlines merosot 7,3 persen menjadi US$ 40,55. Sedangkan untuk saham Delta Air Lines juga turun 6,1 persen menjadi US$ 30,90. Tak hanya itu saham Carnival juga turun 4,6 persen dan Dow Jones sektor transportasi melemah 2,2 persen.

Harga minyak juga menjadi pemicu merosotnya bursa AS. Minyak jenis Brent harganya turun 1,5 persen menjadi US$ 88,89/barel (harga pengiriman November).  (Arkha Satya -sisidunia.com)