Home » News » Berita Mancanegara: Parlemen Inggris Akui Negara Palestina

Berita Mancanegara: Parlemen Inggris Akui Negara Palestina



London – Pemerintah Inggris mengakui negara Palestina sebagai sebuah negara. Parlemen negiri Ratu Elizabeth tersebut menyebutkan sebagai besar anggota parlemen Inggris mengakui keberadaan negara Palestina setelah menggelar pemungutan suara simbolis yang sifatnya tidak terikat pada senin, namun hasilnya tidak mengubah kebijakan negara tersebut. Mosi untuk mendukung negara Palestina secara simbolis itu disetujui oleh 274 anggota parlemen dan 12 suara tidak setuju. Mosi tersebut ditujukan sebagai sebuah kontribusi untuk mengamankan negosiasi solusi dua negara.

berita-mancanegara-parlemen-inggris-akui-negara-palestina

Perdetan yang terjadi di parlemen disaksikan seluruh dunia dan memiliki implikasi diplomatik serta memperkuat kampanye pengakuan pihak Palestina. Inggris mengikuti jejak negara Swedia yang menyatak terlebih dahulu terhadap negara Palestina, sebagai anggota Uni Eropa pertama di Eropa barat yang melakukannya, meskipun Israel tidak setuju dengan apa yang dilakukan oleh negara Skandinavia tersebut.

Pemerintah Inggris tidak terikat untuk bertindak sesuai dengan mosi itu dan mengatakan hasil pemungutan suara simbolis itu hanya akan emngakui negara Palestina pada saat yang tepat. Perdana Menteri David Cameron dalam kesempatannya abstain dari pemungutan suara bersama dengan anggota lain dari pemerintah yang mendukung solusi dua negara. Dikutip dari AFP Selasa (14/10/2014) Menteri Timur Tengah Tobias Ellwood mengatakan “Aspirasi rakyat Palestina tidak dapat dipulihkan sampai ada uang mengakhiri pendudukan dan kami percaya ini hanya akan datang melalui negosiasi,” ujarnya.

Otoritas Palestina memperkirakan bahwa 134 negara telah mengakui Palestina sebagai sebuah negara, mesikpun jumlah ini diperdebatkan dan beberapa pengakuan oleh negara-negara anggota Uni Eropa. Pada Tahun 2012, Inggris abstain dari pemungutan suara di PBB untuk memberikan peringkat Palestina sebagai negara pengamat, atas keberatan Amerika Serikat dan Israel. (fauji nur – sisidunia.com)