Home » Gaya Hidup » Penderita Rematik dapat Meningkatkan Risiko Diabetes Tipe 2

Penderita Rematik dapat Meningkatkan Risiko Diabetes Tipe 2



Jakarta – Radang sendi atau arthritis, atau lebih dikenal dengan sebutan rematik sebenarnya bukanlah hal sepele. Sebab penyakit ini dapt berujung pada penyakit diabetes tipe 2, dan kebanyakan kasus ditemui pada wanita.

Di Inggris dilakukan sebuah penelitian dengan melibatkan 35.000 responden. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa dengan rematik memiliki 71 persen resiko terserang diabetes. Sedangkan,pada pria penderita rematik memiliki resiko terserang diabetes hanya sebesar 22 persen.

Penderita Rematik dapat Meningkatkan Risiko Diabetes Tipe 2

Dr Hyon Choi dari the division of rheumatology, allergy, and immunology di Massachusetts General Hospital, Boston menyatakan bahwa “Rematik tampaknya berkontribusi terhadap peningkatan risiko diabetes terlepas faktor-faktor risiko lainnya seperti obesitas”,

Lebih lanjut, pria yang juga merupakan pimpinan tim penelitian tersebut menjelaskan bahwa orang yang menderita rematik memiliki kelebihan asam urat di dalam tubuhnya. Pada akhirnya, asam urat yang berlebih tersebut membentuk kristal seperti jarum yang menusuk sendi.

Menurut Dr Hyon Choi penyakit mengatakan bahwa diabetes dapat menyebabkan kerusakan ginjal, penyakit jantung dan amputasi tungkai dari waktu ke waktu.

“Peradangan dari rematik dapat meningkatkan risiko diabetes. Faktor risiko yang sama antara diabetes dan rematik adalah tekanan darah dan kolesterol tinggi,” terangnya.

“Cara terbaik mengurangi risiko berkembangnya rematik atau diabetes adalah mengendalikan faktor risiko seperti tekanan darah, kolesterol dan berat badan,” tutupnya. (Nailah Azka SisiDunia.com).