Home » Gaya Hidup » Update Kumpulan Kalimat Bijak Kata Mutiara Indah Kahlil Gibran

Update Kumpulan Kalimat Bijak Kata Mutiara Indah Kahlil Gibran



Jakarta – Update Kumpulan Kalimat Bijak Kata Mutiara Indah Kahlil Gibran. Kahlil Gibran merupakan seorang seniman dan penulis yang sangat popular pada jamannya dan hingga saat sesudah meninggal dunia. Pria kelahiran Lebanon 6 Januari 1883 itu telah menciptakan dan menginspirasi berbagai orang dengan berbagai kata-kata ataupun kalimat mutiara yang sangat indah. Karyanya sangat terkenal di seluruh dunia, dan sampai sekarang buku tentang kutipan-kutipan Kahlil Gibran pun masih banyak kita temui di beberapa toko buku.

Kutipan Kata Kata Mutiara dan Indah Kahlil Gibran

Kahlil Gibran telah mendapatkan banyak sekali penghargaan atas karya dan jasanya selama hidup di dunia. Berbagai kata mutiara nan indah yang dilahirkan dari sosok Kahlil Gibran membuat dirinya begitu dikagumi oleh banyak orang. Mulai dari kehidupan, percintaan, dan kesusahan semuanya pernah tertuang pada hasil ciptaan dari pria yang lahir di Lebanon itu.

Update Kumpulan Kalimat Bijak Kata Mutiara Indah Kahlil Gibran

Berdasarkan pantauan tim sisidunia pada beberapa situs online, Minggu (12/10/2014), berikut ini adalah kutipan kata kata mutiara dan indah dari diri Kahlil Gibran :

  • Hidup adalah kegelapan jika tanpa hasrat dan keinginan. Dan semua hasrat serta keinginan adalah buta, jika tidak disertai pengetahuan. Dan pengetahuan adalah hampa jika tidak diikuti pelajaran. Dan setiap pelajaran akan sia-sia jika tidak disertai cinta
  • Ketika cinta memanggilmu maka dekatilah dia walau jalannya terjal berliku, jika cinta memelukmu maka dakaplah ia walau pedang di sela-sela sayapnya melukaimu.
  • Kamu mungkin akan melupakan orang yang tertawa denganmu, tetapi tidak mungkin melupakan orang yang pernah menangis denganmu.
  • Cinta tidak menyadari kedalamannya dan terasa pada saat perpisahan tiba. Dan saat tangan laki-laki menyentuh tangan seorang perempuan mereka berdua telah menyentuh hati keabadian.
  • Sungguh terpuji orang yang malu bila menerima pujian, dan tetap diam bila tertimpa fitnah.
  • Aku tidak mengetahui kebenaran mutlak. Tetapi aku menyadari kebodohanku itu, dan disitulah terletak kehormatan dan pahalaku.
  • Alangkah buruknya nilai kasih sayang yang meletakkan batu di satu sisi bangunan dan menghancurkan dinding di sisi lainnya.
  • Manusia tidak dapat menuai cinta sampai dia merasakan perpisahan yang menyedihkan, dan yang mampu membuka fikirannya, merasakan kesabaran yang pahit dan kesulitan yang menyedihkan.

(Deva Hikmah – sisidunia.com)