Home » Ekonomi & Bisnis » Harga Minyak Melandai Akibat Stok Naik di Atas Perkiraan

Harga Minyak Melandai Akibat Stok Naik di Atas Perkiraan



Jakarta – Harga minyak pada Rabu waktu New York setempat (Kamis pagi WIB) mengalami penurunan diakibatkan karena data mingguan persediaan minyak Amerika Serikat naik lebih tinggi melebihi prediksi pada pekan kemarin. Naiknya stok tersebut ditengarahi oleh tingkat impor yang mengalami kenaikan.

Harga Minyak Melandai Akibat Stok Naik di Atas Perkiraan

Dilansir SisiDunia.com dari Wall Street Jornal, harga minyak di Amerika Serikat mengalami penurunan 21 persen dar harga tertinggi. Minyak mentah berjenis Light Sweet pengiriman November turun menjadi US$ 1,54 atau sekitar 1,7 persen pada level US$ 87,31/barel di Mercantile Exchange New York. Level itu merupakan level yang paling rendah dari April 2013 kemaren.

Sementara itu untuk minyak berjenis Brent turun 0,8 persen atau 73 sen pada level US$ 91,38/barel pada ICE Futures Europe. Itu merupakan harga paling rendah sejak 28 Juni 2012.

Sesuai dengan data dari Departemen Energi Amerika Serikat, negeri Paman Sam tersebut memiliki cadangan minyak mentah yang mengalami kenaikan hingga 5 juta barel menjadi 361,65 juta barel.

Melimpahnya persediaan ini, para pakar analisis ekonomi mengkhawatirkan terjadinya turunya permintaan. Sedangkan Organization Of The Petrolium Exporting Countries (OPEC) harga minyak akan berada pada kisaran harga US$ 89,37/ barel. Meskipun persediaan melimpah mereka mengaku tidak akan menurunkan harga minyak. (Arkha Satya – sisidunia.com)