Home » Ekonomi & Bisnis » Investor Anggap Politik RI Tidak Stabil, Rupiah Melemah

Investor Anggap Politik RI Tidak Stabil, Rupiah Melemah



Jakarta – Kurs nilai rupiah kini kembali melemah. Pada awal pekan kemarin Selasa (30/9/2014) rupiah tutup buku melemah 0,15 % atau 19 poin menuju posisi Rp 12.188 per dolar Amerika.

Investor Anggap Politik RI Tidak Stabil, Rupiah Melemah

Melempemnya nilai tukar tersebut ditengarahi oleh ketidak pastian yang menghantui ketidak pastian politik dalam negeri. Ini semakin diperkuat dengan hasil sidang paripurna yang membahas dan menyetujui Pemilihan Kepala Daerah secara tidak langsung.

Destry Damayanti Ekonom PT Bank Mandiri lebih lanjut mengngkapkan investor dalam menyuntikkan dananya sangat memperhatikan politik di Indonesia. Adanya undang-undang tersebut ada indikasi jalanya mekanisme administrasi Presiden Jokowi tidak akan mulus.

Ia juga menambahkan, nilai tukar rupiah akan kembali mengalami penguatan pasca Presiden Terpilih mengumumkan susunan kabinetnya. Para pelaku pasar akan menilai secara personalia siapa saja yang akan menduduki menteri tersebut.

Sementara itu Gundy Cahyadi Ekonom DBS Group Research mempunyai pandangan adanya rencana The Fed menaikan suku bunga juga berakibat pada melemahnya nilai tukar rupiah.

Hal itu diperparah dengan perekonomian Indonesia yang termasuk kedalam ekonomi yang paling rentan jika dibandingan dengan negara-negara Asia lainya. Itu dapat kita amati melalui tingkat defisit neraca transaksi yang berjalan sedangkan defisit neraca perdagangan yang masih tinggi.

Lebih lanjut ia menjelaskan rupiah akan menguat secara drastis apabila defisit transaksi berjalan dapt di tekan sampai mendekati 2 persen dari semester 1 tahun ini sebesar 3,1 persen. Apabila hal tersebut mampu dilakukan maka Indonesia akan mampu menghadapi tekanan ekonomi global. (Arkha Satya – sisidunia.com)