Home » News » UU Pilkada : JK Menilai Posisi SBY Serba Salah

UU Pilkada : JK Menilai Posisi SBY Serba Salah



Jakarta – Setelah beberapa waktu lalu UU Pemilihan Kepala Daerah lewat DPRD disahkannya melalui jalur voting pada sidang paripurna, Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono yang juga merupakan Ketua Umum Partai Demokorat mengungkapkan rasa kekecewaannya terhadap hasil putusan tersebut.

UU Pilkada JK Menilai Posisi SBY Serba Salah

Bahkan, SBY dilaporkan berencana untuk melakukan gugatan terhadap hasil putusan UU Pemilihan Kepala Daerah itu. Disisi lain, masyarakat luas pun menyoroti SBY meniliki posisinya yang kini juga menjabat sebagai Ketua Umum Partai Demokrat dimana pada proses sidang fraksi PD melakukan aksi ‘Walk Out’.

Menanggapi polemik tersebut, bertempat di Gedung Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Jakarta, Senin (29/09/2014), setelah mengikuti HUT DPD yang ke 10, Wakil Presiden Terpilih periode 2014-2019 Jusuf Kalla mengatakan bahwa posisi SBY serba salah pada permasalahan UU Pilkada lewat DPRD itu.

Namun demikian, Wapres terpilih yang segera dilantik pada bulan Oktober itu enggan menjelaskan secara detail mengenai makna terkandung dari ucapannya tersebut untuk kemudian berlalu dengan diiringi senyuman. Adapun Presiden SBY melalui PD sebelumnya memang mendukung Pilkada langsung namun disertai 10 perbaikan.

Sementara itu, pada proses sidang paripurna dipekan lalu, fraksi Partai Demokrat melakukan aksi ‘Walk Out’. Adapun pengesahan ditetapkan melalui voting, dimana UU Pilkada lewat DPRD mendapat dukungan sebesar 60 persen lebih suara, sementara itu sisanya mendukung UU Pilkada langsung. (Maria Ulfa – SisiDunia.Com)