Home » Ekonomi & Bisnis » Menilik RUU APBN 2015 Yang Akan Disahkan di DPR

Menilik RUU APBN 2015 Yang Akan Disahkan di DPR



Jakarta – Setelah Banggar melakukan rapat anggota  untuk membahas Rancangan Undang Undang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RUU APBN) 2015. DPR dan pemerintah akan mengadakan sidang paripurna yang rencananya digelar hari ini Senin (29/9/2014).

Menilik RUU APBN 2015 Yang Akan Disahkan di DPR

Sesuai dengan rencana, pabila tidak ada kendala Chatib Basri Menteri Keuangan dan beberapa jajaran kementrian keungan akan ikut langsung sidang paripurna tersebut. Dan apabila RUU tersebut telah berhasil dijadikan UU APBN 2015, akan ada konferensi pers yang akan digelar oleh pemerintah.

Sementara itu, draft yang akan dibawa pada sidang Paripurna RUU APBN 2015 ini berisi diantaranya, pertumbuhan ekonomi yang mencapai 5,8 persen, nilai tukar rupiah yang melemah hingga lefel Rp 11.900 per dolar AS, ICP US $ 105 per barel, inflasi 4,4 persen, lifting gas bumi 1.248 ribu barel/hari dan lifting minyak bumi 900 ribu barel/hari.

Sedangkan untuk pendapatan mineral batu bara adalah Rp 24,599 triliun sedangkan untuk batu bara dan PNBP mineral  sebesar Rp 16,06 triliun. Sementara untuk penerimaan PNBP migas adalah Rp 13,99 triliun, untuk migas adalah Rp 312,97 triliun dan cost recovery yang harus ditanggung adalah US$ 16 miliar.

Dibidang energi pemerintah menganggarkan subsidi sebesar Rp 344,7 triliun untuk subsidi BBN, LPG, dan BBM. Untuk listrik disubsidi Rp 68,68 triliun dan LGV sebesar Rp 276,01 triliun.

Untuk kekurangan anggaran 2,21 persen pada PDB 2015 atau sekitar Rp 245,8 triliun. Berasal dari pembiayaan hutang sebesar Rp 253,8 triliun serta dengan pembiayaan non utang Rp 8,961 triliun. (Arkha Satya – sisidunia.com)