Home » News » SBY Berujar Hasil Voting RUU Pilkada Adalah Kemunduran Demokrasi

SBY Berujar Hasil Voting RUU Pilkada Adalah Kemunduran Demokrasi



Jakarta – Terkait hasil voting atas hasil RUU Pilkada dan juga banyaknya tudingan ditujukan kepada Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) karena dirasa melakukan pengkhiatan public, pada akhirnya SBY angkat bicara.

SBY Berujar Hasil Voting RUU Pilkada Adalah Kemunduran Demokrasi

Bahkan SBY mengaku kecewa atas hasil voting dalam pelaksanaan Pilkada langsung. Didalam kunjungan kerjanya di Amerika Serikat, SBY langsung menggelar konferensi pers yang intinya akan melakkan pembahasan atas hasil voting tersebut.

Didalam keterangan persnya, Jumat (26/9/2014), SBY mengatakan bahwa ia kecewa atas hasil politik yang diputuskan oleh DPR, walaupun ia menghormati atas hasil yang diputuskan oleh DPR. Ia merasa kecewa karena pilihan jatuh dengan pilkada langsung namun dengan opsi 10 perbaikan besar.

Walaupun tidak dipungkiri memang saat pilkada langsung ada banyak sekali penyimpangan. Namun SBY yakin dengan pilkada langsung merupakan sebuah pilihan yang cukup baik. Sayangnya ia tidak menyangka bahwa usulan tersebut ditolak.

Bahkan SBY juga mengklaim pihaknya telah berjuang keras agar mempertahankan usulan tersebut. Disebutkan oleh SBY bahwa semua lobi yang dilakukan oleh fraksi tidak ada yang tembus. Bahkan dari laporan yang diterimanya, sebenarnya fraksi-fraksi tidak membuka opsi ketiga yaitu pilkada langsung dengan 10 perbaikan.

Karena sebenarnya hanya ada dua opsi dalam voting. Sayangnya berdasarkan hasil voting menunjukkan adanya kemunduran demokrasi. Saat ini yang dilakukan oleh SBY hanyalah menanti laporan selengkapnya dari ketua harian dan ketua Fraksi Demokrat secara faktual dan akurat yang sangat penting bagi partai Demokrat untuk dapat mengambil langkah politik ke depannya. (Rindi Ayunda – sisidunia.com)