Home » News » RUU Pilkada: Ridwal Kamil Berencana Ajukan Judical Review

RUU Pilkada: Ridwal Kamil Berencana Ajukan Judical Review



Jakarta – Rapat paripurna yang dilaksanakan oleh DPR sejak hari Kamis, (25/9) hingga Jumat (26/9/2014) dini hari, pada akhirnya telah mengesahkan atas RUU Pilkada dengan sistem pemilihan ada di tangan DPRD. Terkait hal tersebut Ridwan Kamil, menyatakan akan mengajukan “judicial review” ke Mahkamah Konstitusi (MK).

RUU Pilkada: Ridwal Kamil Berencana Ajukan Judical Review

Tak berselang lama saat DPR mengetok palu atas putusan Pilkada akan dilakukan oleh DPRD, dalam akun Twitter resminya @ridwankamil, Jumat (26/9/2014), Ridwan berkicau bahwa berdasarkan komitmen, para walikota bupati di forum apeksi (Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia -red)/apkasi (Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia-red) akan gugat utk Judicial Review ke Mahkamah Konstitusi. Smg Tuhan bersama kita.

Bahkan sebelum memberikan sindiran Ridwan juga berkometar atas putusan DPR dimana dengan diketoknya palu maka saat ini hak rakyat untuk memilih pemimpinnya secara langsung telah dirampas. Dimana Ridwan dalam akun twitternya juga menuliskan bahwa demokrasi dalam negeri ini mengalami kemunduran. Karena anak cucu anda, kita semua, tidak bisa lagi memilih langsung pemimpin daerahnya.

Sebagaimana diketahui bahwa sidang paripurna DPR RI telah memutuskan bahwa Kepala Daerah dipilih melalui DPRD, Jumat (26/9/2014) sekitar jam 01.41 WIB, dengan h. Keputusan dicapai melalui voting. Dengan kata lain rakyat sudah tidak bisa lagi memilih kepala daerahnya secara langsung.

Baca juga:
RUU Pilkada: Pilkada Langsung Picu Korupsi Secara Sistematik

Berdasarkan hasil voting, jumlah fraksi yang memilih pilkada lewat DPRD berjumlah 226 anggota DPR dan yang memilih pilkada langsung sebanyak 135 anggota dewan. Dimana dalam pengambilan voting, Fraksi Golkar terbelah, yang mendukung pilkada DPRD lewat DPRD sebanyak 73 orang, kemudian Fraksi PKS 55 orang, PAN 44 orang, PPP 32 orang, dan Gerindra 22 orang.

Sedangkan untuk para pendukung pilkada langsung, rinciannya Fraksi Golkar 11 orang, PDI Perjuangan 88 orang, PKB 20 orang, dan Hanura 10 orang. (Rindi Ayunda – sisidunia.com)