Home » News » Polemik RUU Pilkada : PAN Berharap Opsi Demokrat Untuk di Pertimbangkan Dulu

Polemik RUU Pilkada : PAN Berharap Opsi Demokrat Untuk di Pertimbangkan Dulu



Jakarta – Dukungan Partai Demokrat tentang Pemilihan Kepala Daerah Langsung dengan opsi 10 syarat yang diajukan ternyata mendapatkan perhatian dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN). Opsi Demokrat yang disampaikan ketua Fraksi Demokrat sebaiknya dikaji terlebih dahulu karena hal ini bisa mencairkan kebuntuan pada sidang paripurna, kamis (25/9/2014).

“Kepada pimpinan, sebetulnya posisi Partai Demokrat yang tadi disampaikan itu kalau mau diambil keputusan barang kali itu bisa jadi pertimbangan sebelum lobi-lobi fraksi. Usulan Partai Demokrat ini bisa menjadi wacana bisa disetujui atau tidak sehingga bisa lebih mengerucut,” tegas Totok Daryanto, anggota Fraksi PAN.

Polemik RUU Pilkada

Menurutnya, Opsi dari Demokrat itu merupakan jalan tengah dari kabar yang tidak sedap berembus saat ini karena belum menemukan kesepakatan, “ini bisa menjadi wacana disetujui atau tidak, sehingga bisa lebih mengerucut,” tandasnya.

Fraksi PAN sendiri sampai saat ini masih tetap komitmen mendukung Pilkada melalui DPRD, karena menurutnya Pilkada langsung tidak sesuai dengan apa yang diamanatkan UUD 1945. Menurut pandangan Totok, Pemilu langsung hanya untuk Presiden, DPR dan DPRD bukan untuk Kepala Daerah.

Baca Juga:

“Pilkada langsung justru bertolak dari konstitusi. Kalau ini membuat undang-undang ini sesuai dengan konstitusi, harus diamandemen dulu UUD 1945,” tutup Antok. (Moch Asnan – www.sisidunia.com)