Home » News » Kasus Hukum Anas, Hari Ini Pembacaan Vonis Pengadilan Tipikor

Kasus Hukum Anas, Hari Ini Pembacaan Vonis Pengadilan Tipikor



Jakarta – Politisi Partai Demokrat Anas Urbaningrum hari ini mengahadapi sidang pembacaan vonis di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Rabu (24/9/2014). Anas didakwa menerima pemberian hadiah atau janji dan melakukan pencucian uang terkait dengan proyek Hambalang serta proyek APBN lainnya. Sidang vonis Anas Urbaningrum akan berlangsung mulai pukul 13.00 wib. Pengacara Anas, Handika Honggowongso berharap majelis hakim pengadilan Tipikor bisa mengambil keputusan adil. Ia juga menyampaikan ” Kami tidak ingin Mas Anas bebas atau pun dihukum tanpa alasan yang sah menurut hukum. Semua harus dipertimbangkan secara adil,” ujarnya.

Kasus Hukum Anas, Hari Ini Pembacaan Vonis Pengadilan Tipikor

Dikutip dari berbagai media Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto berharap hakim menjatuhkan vonis maksimal kepada Anas. Bambang menyakini hakim akan menyatakan semua tuntutan tim jaksa KPK terhadap Anas terbukti. Tim jaksa KPK sebelumnya menuntut Anas dengan hukuman 15 tahun penjara dengan membayar uang pengganti sebesar 94 miliar dan 5,2 juta dollar AS. Menurut KPK, uang ini senilai dengan fee proyek yang dikerjakan Grup permai. Jaksa KPK menduga Anas bersama mantan Bendahara Umum Partai Demokrat, M Nazaruddin, tergabung dalam Grup Permai untuk mengumpulkan dana. Selain itu dalam dakwaannya, Anas disebut mengeluarkan dana sebesar Rp 116,525 miliar dan 5,261 juta dollar AS untuk keperluan pencalonannya menjadi ketua Umum Partai Demokrat pada 2010 kemarin.

Uang tersebut diduga berasal dari penerimaan Anas terkait pengurusan proyek Hambalang, proyek perguruan tinggi di Kementerian Pendidikan Nasional, dan proyek APBN lainnya yang diperoleh Grup Permai. Sementara pada pembacaan pembelaan yang disamapiakan pekan lalu, Anas menilai tuntutan tim jaksa KPK tidak berdasarkan alat bukti yang kuat. Tim jaksa KPK, menurut Anas hanya berdasarkan pada keterangan Nazaruddin dan anak buah Nazaruddin yang disebutnya telah dipengaruhi oleh Nazar. Anas menilai bahwa pencabutan hak politik jaksa KPK bermuatan politis. (fauji nur – sisidunia.com)