Home » Ekonomi & Bisnis » Berita Bisnis Terbaru, 3 Hal Yang Dilakukan Alibaba Sukses IPO Perdana

Berita Bisnis Terbaru, 3 Hal Yang Dilakukan Alibaba Sukses IPO Perdana



New York – Berita Bisnis Terbaru, 3 Hal Yang Dilakukan Alibaba Sukses IPO Perdana. Perusahaan e-commerce asal China Alibaba Group menjadi salah satu emiten di Wall Street setelah sukses melakukan perdagangan perdananya. Dilansir dari Forbes (21/9/2014) IPO tersebut menjadi salah satu yang tersukses di pasar saham Amerika Serikat dengan penjualan saham mencapai US$ 20 miliar. Initial Public Offering juga melibatkan enam lead underwritter, 160 bankers, dan lebih dari 300 sales, serta ratusan broker yang terlibat dalam transaksi tersebut.

Pendiri sekaligus Chairman Alibaba Gruop Jack Ma menyampaikan ada tiga hal yang diterapkan membuat Alibaba menjadi sukses.

Pertama Rekrut orang hebat, Alibaba melakukan langkah ekstrem dengan merekrut Joseph Tsai sebagai Executive Vice Chairman untuk menangani IPO tersebut. Alibaba juga membutuhkan tim untuk menangani akunting, internal audit dan risk managemant yang mendukung perusahaan ini terus tumbuh. Padahal, perusahaan asal china biasanya enggan membayar mahal orang dengan talenta khusus seperti ini.

Berita Mancanegara, 3 Hal Yang Dilakukan Alibaba Sukses IPO Perdana

Kedua, Keterbukaan Informasi, sebagai perusahaan asal China, setiap langkah Alibaba kemungkinan menimbulkan misunderstanding. Pasalnya, aturan dan perkembangan bisnis di China sangat berbeda dengan apa yang diterapkan oleh dunia barat. Trader akan mencari peluang sekecil apapun untuk menjatuhkan harga saham perusahaan ini. Solusinya adalah memberikan penjelasan sedetail mungkin atas semua menjadi fokus investor.

Ketiga, Fokus pada Strategi, Alibaba adalah perusahaan yang ambisius. Jack Ma memiliki visi agar perusahaan e-commerce miliknya bisa bersaing dengan Google, Facebook dan Amazon.com sejak awal. Pada tahun 2014, Alibaba sudah membelanjakan lebih dari US$ 4 miliar untuk menangkap peluang dari bisnis online drug services, print media, Supermarket, Departement store dan logistik. (fauji nur – sisidunia.com)