Home » News » Partai Gerindra, Lakukan Uji Materi Pada MK Ingin Ahok Dapat DiBerhentikan

Partai Gerindra, Lakukan Uji Materi Pada MK Ingin Ahok Dapat DiBerhentikan



Jakarta – Partai Gerakan Indonesia Raya akan melakukan uji materi Undang-undang Pemerintah Daerah di Mahkamah Konstitusi. DPP partai Gerindra mendaftarkan pengajuan uji materi UU nomor 32 tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah di Mahakamah Konstitusi pada Kamis (18/9/2014), namun rencan tersebut ditunda. Diolah dari berbagai sumber melalui Ketua Bidang Advokasi DPP Partai Gerindra Habiburokhan menyampaikan pihaknya memutuskan menunda pendaftaran uji materi sampai disahkannya revisi UU Pemda oleh DPR.
Partai Gerindra, Lakukan Uji Materi Pada MK Ingin Ahok Dapat DiBerhentikan
Partai Gerindra ingin menguji materi Pasal 29 ayat (2) UU No 32/2004 yang mengatur pemberhentian Kepala Daerah. Habiburokhman menjelaskan, pihaknya ingin agar ada aturan bahwa kepala daerah bisa diberhentikan jika parpol pengusung tersebut mencabut rekomendasi dukungan. Pihaknya ingin pemberhentian bisa dilakukan meski tidak semua parpol pengusung mencabut rekomendasi. Sebagai contoh Ahok dapat diberhentikan sebagai pemimpin DKI Jakarta jika hanya Gerindra sebagai salah satu partai pengusung mencabut rekomendasi dukungan. Ahok sendiri diusung bersama dengan partai PDI-P yang menduetkan dengan Jokowi dalam pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta. Dalam draf revisi, aturan pemberhentian kepala daerah hanya ditambah klausul bahwa Presiden dapat memberhentikan kepala daerah.

Sikap Ahok yang keluar dari Partai Gerindra, dianggap sebagai amnesia karena dapat menjadi wakil Gubernur dicalonkan oleh Gerindra. Pihaknya tidak ingin kepala daerah bisa begitu saja meninggalkan parpol pengusung setelah terpilih. Habib menambahkan, pihaknya siap menghadapi kritikan dari kepala daerah dan publik atas rencana partainya tersebut. Gerindra ingin agar para kepala daerah lebih baik maju dari jalur Independen jika ingin melepas pertanggungjawaban terhadap konstituen parpol setelah terpilih. (fauji nur – sisidunia.com)