Home » News » Survei LSI, Presiden SBY Penentu Rancangan Undang-undang Pilkada

Survei LSI, Presiden SBY Penentu Rancangan Undang-undang Pilkada



Jakarta – Lembaga survei Lingkaran Survei Indonesia (LSI) merilis hasil survei mengenai respon masyarakat terhadap Rancangan Undang-undang pemilihan Kepala Daerah yang tengah digodok oleh Dewan Perwakilan Rakyat. Hasilnya, apabila pemimpin daerah dipilh oleh DPRD maka publik menilai Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dianggap bertanggung jawab. Dalam Konferensi pres di Kantornya daerah Rawamangun Jakarta Timur, Kamis (18/9/2014) menyampaikan ” mayoritas Publik salahkan SBY,” ujar peneliti LSI Ardian Sopa.
Survei LSI, Presiden SBY Penentu Rancangan Undang-undang Pilkada
Ardian menuturkan sebanyak 83,07 persen, responden menilai bahwa pembahasan Undang-undang kepala daerah yang dibahas pemerintah dan DPR jika disahkan Presiden SBY disalahkan. Sebaliknya sebanyak 13,41 persen menjawab SBY tidak dapat disalahkan, sementara 3,52 persen tidak menjawab. LSI juga mempertanyakan bahwa tidak hanya Pemerintah yang memiliki wewenang mengubah RUU Pilkada tapi DPR, diantara kedua lembaga tinggi negara tersebut mana yang patut disalahkan. Sebanyak 60,68 persen menyatakan Presiden SBY, dan yang menyalahkan DPR 32,72 persen, sementara tidak tahu atau tidak menjawab 6,6 persen.

Ardian menambahkan SBY adalah pendulum yang bisa menentukan nasib RUU Pilkada. Sebab, kewenangan yang di miliki untuk menghentikan karena dua posisi penting. Pertama, sebagai presiden bisa mencabut rancangan undang-undang. Apabila dibahas di DPR, melakukan sistem voting, SBY dapat mengubah konstelasi politik karena SBY adalah Ketua Umum Partai Demokrat yang dapat menentukan hasil dari voting tersebut. Survei yang dilaksanakan LSI pada 14-16 September 2014 dengan metode Quickpoll (melalui Smartphone), dengan jumlah responden sebanyak 1200 orang yang mencakup seluruh provinsi Indonesia. Pemakaian metode multistage random sampling dalam menentukan responden, dengan margin of eror plus minus 2,9 persen.(fauji nur – sisidunia.com)