Home » News » Berita Korupsi, Mahkamah Agung Menjerat LHI 18 Tahun Penjara

Berita Korupsi, Mahkamah Agung Menjerat LHI 18 Tahun Penjara



Jakarta – Mantan Ketua Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Luthfi Hasan Ishaaq mendapatkan keputusan kasasi Mahkamah Agung (MA) mengenai hukuman mengenai kasus yang menjeratnya yakni menjadi 18 tahun penjara serta pencabutan hak politiknya. Pada sidang di Pengadilan Tipikor Jakarta, LHI mendapatkan vonis hukuman pidana selama 16 tahun penjara dan denda sebesar Rp 1 miliar subsidair kurungan 1 tahun penjara. Lutfhi Hasan Ishaaq dianggap melanggar Pasal 12 huruf a Undang-undang Nomor 13 Tahun 1999 tentang Pemebrantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 55 Ayat 1 Ke-1 KUHP.
Berita Korupsi, Mahkamah Agung Menjerat LHI 18 Tahun Penjara
Luthfi dinilai terbukti melakukan Tindak Pidana Pencucian Uang saat menjabat Anggota DPR RI 2004-2009 dan setelah tahun tersebut. Luthfi Hasan Ishaaq dianggap terbukti menyembunyikan harta kekayaannya, menempatkan, mentransfer, mengalihkan, atau membayarkan. Dengan keputusan dari Kasasi Mahkamah Agung tersebut, status LHI pun ikut berubah dari terdakwa menjadi terpidana kasus korupsi seiring dengan putusan yang berkekuatan humum tetap atau inkracht.

Kasus ini bermula saat Operasi Tangkap Tangan(OTT) yang dilakukan oleh pihak Komisi Pemberantasan Korupsi terhadap Ahmad Fatanah dengan seorang gadis di Hotel Le Meridien pada 29 Januari 2013 lalu. Tim penyidik KPK juga melakukan penangkapan paksa kepada LHI. Dalam sidang terungkap adanya suap terhadap LHI melalui Fathanah dari perusahaan terkait kepengurusan penambahan kuota impor daging sapi. Selain itu, LHI juga terbukti melakukan Tindak Pindana Pencucian Uang (TPPU). (fauji nur – sisiduna.com)