Home » News » Info Daftar CPNS 2014: Pendaftaran CPNS Jawa Tengah Sudah Pasti Diundur

Info Daftar CPNS 2014: Pendaftaran CPNS Jawa Tengah Sudah Pasti Diundur



Jakarta โ€“ Sepertinya pendaftaran untuk formasi umum CPNS 2014 yang diperuntukkan di wilayah Jawa Tengah sudah dipastikan akan mundur dari jadwal. Hal ini diungkapkan oleh Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kota Tegal, dimana mundurnya jadwal atas pendaftaran CPNS ini berdasarkan dari hasil rapat koordinasi BKD se-Jawa Tengah yang sudah dilangsungkan pada minggu lalu.

Pendaftaran CPNS Jawa Tengah Sudah Pasti Diundur

Dimana semula memang pendaftaran CPNS dibuka tanggal 20 Agustus sampai 3 September. Sayangnya formasi yang turun dari pihak Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara Reformasi dan Birokrasi (Kemenpan RB) tidak bersamaan untuk tiap daerah, karena dilakukan secara bertahap.

Tercatat sampai hari ini saja untuk provinsi Jawa Tengah dan kabupaten/kota se-Jateng, baru ada sekitar 11 daerah yang telah mendapat rincian formasi. Alhasil BKD se-Jawa Tengah telah sepakat akan melakukan pengunduran atas jadwal penerimaan CPNS, karena menunggu agar semua instansi mendapatkan rincian formasi.

Sedangkan untuk pemberitahuan atas mundurnya penerimaan CPNS ini sudah diumumkan secara online dan diumumkan pada masing-masing BKD di daerah setempat. Dengan belum lengkapnya rincian formasi tentu membuat masyarakat banyak bertanya dan diharapkan tidak khawatir karena seleksi penerimaan CPNS masih akan tetap dilaksanakan.

Dari keterangan Kasubid Informasi dan Dokumentasi (Infodok) BKD Nasukhi ditegaskan bahwa pendaftaran masih dilaksanakan secara online dengan cara mengakses Portal Nasional CPNS 2014, htpps://panselnas.menpan.go.id.

Baca juga:
Info CPNS Hari Ini: Lulusan Akper Dapat Ikut Seleksi CPNS 2014

Dimana ketika melakukan pendaftaran setiap pelamar diwajibkan untuk memasukan Nomor Induk Kependudukan (NIK) yang tertera dalam KTP elektronik. Untuk yang saat ini belum memiliki KTP elektronik dan memiliki NIK, diwajibkan meminta surat keterangan dari Disdukcapil setempat guna mendapatkan NIK, pungkas Nasukhi. (Rindi Ayunda- sisidunia.com)