Home » News » Kabar Gaza Terbaru : Israel Berulah Diatas Kesepakatan Gencatan Senjata

Kabar Gaza Terbaru : Israel Berulah Diatas Kesepakatan Gencatan Senjata



Gaza – Belum lama ini pihak pemerintah Israel dengan militan Hamas dilaporkan sudah menyepakati untuk melakukan aksi gencatan senjata setelah kurang lebih dua bulan kedua kubu bersitegang dan menyebabkan banyak warga sipil meninggal dunia terutama dari pihak masyarakat Gaza, Palestina.
Kabar Gaza Terbaru Israel Berulah Diatas Kesepakatan Gencatan Senjata
Dan kini, diatas kontrak gencatan senjata yang telah tersepakati, kubu Israel dilaporkan kembali berulah. Lansiran dari BBC, Senin (01/09/2014), pada akhir Agustus 2014 Departemen militer Israel bersuara dengan mengatakan pihaknya memiliki rencana mengambil alih lahan diwilayah Palestina.

Lahan yang dimaksud itu adalah wilayah berlokasi dekat permukiman Yahudi Etzion dimana nantinya bertujuan untuk jalan pembuka dibangunnya permukiman baru dengan nama Gvaot. Keputusan pengambil alihan lahan tersebut dilaporkan sebagai perebutan terbesar dalam kurun waktu 30 tahun belakangan ini, seluas 400ha.

Adapun alasan pemerintah daerah Israel terkait dengan rencana pengambil alihan lahan tersebut dinyatakan sebagai bentuk respon penculikan tiga pemuda Yahudi dibulan Juni lalu. Disisi lain, pihak Amerika Serikat pada permasalahan kali ini memberikan tanggap yang sangat berbeda dibanding biasanya.

Pihak Amerika Serikat mengatakan Israel harus menahan diri serta membatalkan rencana pengambil alihan lahan tersebut tanpa dijelaskan secara detail mengenai alasan ketidaksetujuannya terhadap rencana pemerintah Israel itu. Salah seorang pejabat Deplu AS pun menyatakan tindakan Israel kontraproduktif dengan keinginan ditemukannya ‘win-win’ solusi.

Hingga saat ini, pihak pemerintah Palestina menyatakan keinginannya untuk Israel mengembalikan semua lahan yang direbut terhitung sejak tahun 1967 silam. Namun pada pelaksanaannya tidak ada satu jengkalpun tanah telah dikembalikan, dimana 200 lebih pemukiman di Tepi Barat kini diduduki sekitar 500 ribu warga zionis. (Maria Ulfa – SisiDunia.Com)